Daerah
Andi Harun Beberkan Sejumlah Kendala Proyek Teras Mahakam, Salah Satunya Sedimentasi Sungai Mahakam yang Parah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun membeberkan beberapa kendala yang dialami oleh Proyek Teras Mahakam.
Proyek yang bertujuan untuk memperindah tata kota tersebut rupanya tidak berjalan mulus sebagaimana mestinya. Salah satu kendala yang diuturakan oleh Andi Harun adalah masalah sedimentasi Sungai Mahakam yang sangat parah. Demi mengatasi hal tersebut, pihaknya akan berkoodinasi dengan PUPR kota dan provinsi, serta BWS (Balai Wilayah Sungai) sebagai unit pelaksana teknis yang membidangi sumber daya airnya.
"Sedimentasinya parah, keberlanjutan proyek ini tergantung pada penanganan efektif terhadap sedimentasi tersebut," ujar Andi Harun, Rabu (30/8/2023).
Selain itu, Andi Harun juga menyinggung soal pasar buah yang masih menggunakan tanggul ulin. Pihaknya akan memeriksa lebih lanjut, apakah proyek tersebut bisa mendukung struktur pasar itu.
"Alternatifnya mengganti dengan pancang beton, untuk menjaga keamanan dan keberlangsungan Proyek Teras Mahakam," pungkasnya.
Proyek itu juga akan melibatkan PDAM untuk pembangunan pipanya. Nantinya, kawasan pedestrian akan dibangun di atas pipa PDAM, bukan di badan jalan seperti biasanya.
Tentunya, proyek megah ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Diperkirakan, dana yang harus dikucurkan mencapai Rp 115 miliar.
"Nanti kami koordinasikan dengan Pemprov Kaltim dan DPRD untuk memastikan dana yang diperlukan," ungkapnya.
Andi Harun optimis bisa menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu. Dia berharap, Samarinda bisa memiliki ikon baru, yang bisa mengikat sektor ekonomi pariwisata, seperti Sungai Chao Phraya Bangkok, Thailand.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









