Advertorial
Anggota DPRD Berau Sakirman Beri Bantuan Mesin Pemanen dan Penggiling Padi ke Warga Buyung-Buyung
Kaltimtoday.co, Berau - Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar saat ini menjadi sentra pangan khususnya di bidang pertanian. Produksi beras lokal yang dihasilkan menjadi komoditas utama sekaligus penghasil beras terbesar di Berau.
Besarnya potensi yang dimiliki membuat Sakirman selaku anggota DPRD Kabupaten Berau ingin mendukung kelompok tani agar terus berkembang. Hal ini dilakukannya melalui program yang bisa meningkatkan kapasitas petani dan peralatan pertanian modern yang mengikuti perkembangan zaman serta bisa berkelanjutan.
Sejumlah kelompok tani Buyung-Buyung memperoleh bantuan berupa mesin padi Combine Harvester dan mesin gilingan melalui dana aspirasi anggota DPRD Berau tersebut. Salah satunya adalah kelompok tani Sumber Harapan Bersama yang mendapat bantuan berupa 1 unit mesin pemotong padi.
Ia berharap, bantuan ini bisa digunakan dengan baik oleh petani dan mampu menghasilkan panen yang maksimal nantinya. Hadirnya alat dan mesin pertanian yang semakin canggih diharapkan juga mampu meningkatkan hasil produksi dari petani.
Sakirman turut mengajak masyarakat untuk terus dukung program ketahanan pangan dari pemerintah di tengah maraknya perambakan lahan pertanian menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.
[ADV DPRD BERAU]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- DPRD Kukar Temukan Akses Pertanian Bukit Biru dalam Kondisi Parah, Produktivitas Terganggu 10 Tahun
- Meneguhkan Peran Petani dalam Rantai Pasok MBG
- Pemkab Kukar Dorong Revolusi SDM Pertanian, 162 Sekolah Lapangan Jadi Mesin Pembentuk Petani Masa Depan
- Alsintan di Berau Terus Disalurkan, Bupati Dukung Transformasi Kemajuan Bertani
- Bupati Kukar Tinjau Lahan Pertanian Tergenang di Loa Ipuh, Siapkan Anggaran Perbaikan Irigasi Rp10 Miliar








