Kaltim
Anggota DPRD Kaltim Masykur Sarmian Dorong Pemprov Segera Tuntaskan Kejelasan Tapal Batas Antar Daerah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Masih ada sejumlah daerah yang belum memiliki kepastian atau kejelasan perihal tapal batas. Setidaknya, itulah yang disampaikan oleh anggota Komisi I DPRD Kaltim, Masykur Sarmian. Ditegaskan oleh Maskur Sarmian, bahwa hal tersebut harus dituntaskan. Apalagi menyangkut kedaulatan sebuah daerah.
Mengingat Kaltim ditunjuk sebagai IKN, Masykur menyampaikan bahwa masalah tapal batas harus diperjelas lebih lanjut. Salah satunya seperti tapal batas antar daerah yang berbatasan langsung dengan pusat lokasi pembangunan IKN.
“Oleh sebab itu, persoalan tapal batas harus segera selesai. Jangan sampai Kaltim yang damai dan aman, diberikan penghormatan mendapat tempat sebagai IKN, justru di kemudian hari muncul masalah karena batas wilayah belum jelas,” ungkap Masykur belum lama ini.
Salah satu contoh tapal batas yang harus ada kejelasan adalah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar). Diungkapkan Masykur, adanya kejelasan perihal tapal batas daerah akan berpengaruh ke sektor ekonomi, politik, dan keamanan di tiap daerah.
“Harapannya soal tapal batas tidak lama selesai antara Kukar dan Kubar, tidak ada masalah. Saya kira itu yang paling penting. Seperti wilayah Bongan (Kubar) dengan Muara Muntai Kukar, ini harus selesai,” beber politisi dari Fraksi PKS ini.
Secara bertahap, DPRD Kaltim ingin segera menuntaskan masalah tapal batas antar daerah. Sebab infrastruktur di wilayah IKN akan segera dibangun dalam waktu dekat.
[YMD | TOS | ADV DPRD KALTIM]
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen









