Daerah
Balikpapan Jadi Pilot Project Vaksin DBD Terbaru Asal Jepang, Target 11.000 Dosis
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kota Balikpapan akan menjadi pilot project pelaksanaan vaksin DBD terbaru asal Jepang, Takeda. Vaksin tersebut akan diberikan kepada ribuan pelajar usia 6-12 tahun pada Februari 2024 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menyampaikan bahwa vaksin DBD tersebut akan diberikan secara massal di SDIT Al Auliya 2 Balikpapan.
"Ini akan dilakukan secara massal, tempatnya di SDIT Al Auliya 2 Balikpapan," pungkasnya pada Jumat (26/01/2024).
Selain itu, media BBC asal London, Inggris, juga berencana untuk melakukan peliputan tentang pelaksanaan vaksin tersebut.
"Rencananya mereka akan terbang dari Inggris, untuk melakukan peliputan. Ini jug difasilitasi oleh Biofarma," tandasnya.
Jaya mengatakan, anak usia 6-12 tahun sangat rentan terkena penyakit DBD, hingga banyak menyebabkan kematian. Sehingga, pihaknya fokus untuk mencapai sasaran anak sekolah dasar terlebih dahulu.
"Kami menggunakan vaksin terbaru, dari Takeda Jepang," pungkasnya.
Selain itu, anggaran yang keluarkan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mencapai Rp 10 Miliar untuk pengadaan vaksin DBD.
"Tahun ini kami coba tingkatkan, karena masih banyak zona merah untuk angka kesakitan DBD di Kaltim sendiri," bebernya.
Sebagai informasi, kasus DBD di Kaltim pada 2023 mencapai 5.616, dengan rincian Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 1.118 kasus, Balikpapan dengan 1.019 kasus, dan Samarinda dengan 868 kasus.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis









