Daerah
BMKG: Sistem Siklonik Berpotensi Picu Hujan Lebat di Kaltim
Kaltimtoday.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa keberadaan sistem siklonik serta konvergensi atau pertemuan massa udara di sekitar Laut Sulawesi dan Selat Makassar berpotensi memicu peningkatan intensitas hujan di wilayah Kalimantan Timur, terutama kawasan pesisir.
Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Absar, menjelaskan bahwa pola angin permukaan diprakirakan bergerak dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan sekitar 6 hingga 16 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara berada pada rentang 15 sampai 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 47 hingga 100 persen.
Huda menyampaikan bahwa, pada pagi hari kondisi cuaca di sebagian besar kabupaten dan kota di Kalimantan Timur diprakirakan berawan tebal. Namun, hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah Mahakam Ulu dan Kota Balikpapan.
Memasuki siang hari, hujan diperkirakan akan meluas dan terjadi hampir di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Kondisi ini diprediksi berlanjut hingga malam dan dini hari, khususnya di daerah pesisir seperti Kota Bontang, Samarinda, Balikpapan, serta Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pada dini hari, cuaca di sejumlah wilayah diprakirakan mulai berangsur membaik, terutama di Kabupaten Berau, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya risiko kebakaran hutan dan lahan. Wilayah Kutai Barat dan Kutai Kartanegara diperkirakan memiliki tingkat kerawanan mudah hingga sangat mudah terbakar pada periode 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di sepanjang wilayah perairan Kalimantan Timur diprakirakan relatif rendah, dengan ketinggian gelombang mencapai sekitar 1 meter.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta kebakaran hutan dan lahan. Informasi cuaca terbaru dan lengkap dapat diakses melalui aplikasi resmi Info BMKG maupun kanal media sosial resmi BMKG.
[RWT]
Related Posts
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil









