Samarinda
Cegah Banjir dan Longsor di Samarinda, Persyaratan Izin Lingkungan Perlu Ditambah
Kaltimtoday.co, Samarinda - Banjir sudah sejak lama menjadi PR bagi Kota Tepian. Salah satu penyebab terbesar terjadinya banjir adalah akibat pengupasan lahan di lokasi yang rawan longsor. Biasanya, pengupasan lahan bertujuan untuk membuat perumahan atau tambang batu bara ilegal.
Salah satunya seperti yang terjadi di Jalan MT Haryono pada Jumat (2/7/2021) lalu. Jalan tersebut digenangi air banjir dan menjadi satu titik banjir terbaru di Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengungkapkan ditemukan sesuatu di Perumahan Mediterania yang menyebabkan banjir.
"Kemarin kita melihat ada aktivitas pengupasan lahan di belakang Perumahan Mediterania," ungkapnya pada Rabu (7/7/2021).
Pihaknya akan segera mengecek polder air di sekitar perumahan itu dalam waktu dekat. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani atau Yama mengusulkan kepada wali kota Samarinda. Yakni menyusun kebijakan tentang persyaratan tambahan izin lingkungan.
"Saya usulkan kegiatan non usaha harus tetap ada rekomendasi lingkungan. Selama ini tidak terdeteksi dan enggak ada," kata Yama.
Sebagai contoh untuk pembangunan rumah dan tanah kavling. Yama menyebut, pembangunan rumah sejatinya tak sekadar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja. Dia menyarankan agar arahan IMB juga dibarengi dengan rekomendasi lingkungan.
"Arahan wali kota akan merapatkan sendiri. Nanti outputnya kemungkinan ada Perwali (peraturan wali kota)," pungkas Yama.
[YMD | TOS | ADV DLH SAMARINDA]
Related Posts
- Di Balik Festival Mecaq Undat Sungai Bawang, Perjuangan Merawat Tarian Warisan Leluhur
- TKA 2027 Bukan Sekadar Ujian, Erlangga Hadirkan Solusi Belajar Terarah bagi Siswa SD-SMP
- GoPay, DANA, atau ShopeePay: Dompet Digital Mana yang Paling Ringan buat Antre di Kasir?
- Soal Wacana Link Tax dan LMK Jurnalistik, Kemenkum Buka Suara Terkait Skema Royalti
- Srikandi PLN UIP KLT Gelar Pelatihan Menjahit Bagi Disabilitas dan Ibu Tunggal









