Politik
Minta Kader PDI Perjuangan Data Masalah Warga, Bintang Darmawati: Perempuan Harus Jadi Subjek Pembangunan
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Perempuan di tingkat akar rumput didorong tidak sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan,melainkan terlibat aktif dalam menentukan arah dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menegaskan bahwa perempuan memiliki hak yang sama untuk berperan dalam pembangunan bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur di Samarinda.
"Perempuan tidak hanya menjadi penikmat pembangunan, tetapi harus menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri.Perempuan tidak boleh menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek yang ikut berperan dalam pembangunan bangsa dan negara," ujar Bintang.
Bintang menjelaskan bahwa pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput merupakan salah satu program utama Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan periode 2025–2030.
Program ini telah melalui proses panjang, mulai dari diskusi kelompok terarah (focus group discussion), uji coba, hingga penyusunan modul pelatihan.
DPP PDI Perjuangan juga meluncurkan modul pelatihan, aplikasi pemantauan, serta jingle Perempuan Penggerak Akar Rumput (PPAR) untuk mendukung pelatihan berjenjang dari tingkat pusat hingga daerah.
Bintang berharap pelatihan ini tidak berhenti di tingkat provinsi, melainkan diimplementasikan hingga ke tingkat struktur organisasi paling bawah.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti hari ini. Pelatihan ini harus diimplementasikan sampai ke tingkat ranting dan tentunya sampai ke akar rumput," kata Bintang.
Menurut Bintang, perempuan penggerak di tingkat akar rumput diharapkan mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan partai dalam mengidentifikasi persoalan warga.
Ia menekankan keterlibatan politik tidak semata-mata berorientasi pada kekuasaan, melainkan pada upaya menghadirkan kader di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi.
Bintang mencontohkan kader dapat mulai mendata persoalan di lingkungan sekitar, seperti keluarga kesulitan pangan,anak mengalami stunting, maupun warga yang membutuhkan bantuan alat kesehatan.
"Kalau kita tidak bisa melakukan advokasi, minimal kita bisa memediasi dan mendata keluarga di sekitar kita. Apakah ada yang tidak bisa makan, ada yang mengalami stunting, atau ada yang membutuhkan kursi roda. Itu bisa dimulai dari hal kecil," tutur Bintang.
Data yang dihimpun kader nantinya ditindaklanjuti sesuai jenjang organisasi, mulai dari penanganan di tingkat anak ranting, DPC, hingga pendampingan lebih lanjut di tingkat DPD atau DPP.
Bintang menyebut penggerak PPAR yang menjalankan program internal wajib berasal dari kader PDI Perjuangan karena berkaitan dengan ideologi partai.
Kendati demikian, edukasi dan pendampingan kepada masyarakat luas dilakukan tanpa membedakan latar belakang politik warga.
"Untuk menjadi penggerak memang harus dari kader PDI Perjuangan. Namun, dalam memberikan edukasi kepada perempuan, kita tidak harus melihat apakah mereka kader atau bukan. Di akar rumput, kita melakukan pendampingan untuk semua perempuan," kata Bintang.
Melalui pelatihan ini, Bintang berharap perempuan semakin mampu mengenali persoalan lingkungan, menyuarakan aspirasi, serta terlibat aktif dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
[TOS]
Related Posts
- BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi dan Hunian Layak
- Sejumlah Indikator Kabupaten/Kota Sehat di Kaltim Belum Capai Target
- TKA 2027 Bukan Sekadar Ujian, Erlangga Hadirkan Solusi Belajar Terarah bagi Siswa SD-SMP
- Polda Kaltim Tetapkan 33 Tersangka Kasus Karhutla, 2 Di Antaranya Korporasi
- GoPay, DANA, atau ShopeePay: Dompet Digital Mana yang Paling Ringan buat Antre di Kasir?









