Daerah

Sejumlah Indikator Kabupaten/Kota Sehat di Kaltim Belum Capai Target

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 30 Oktober 2026 15:14
Sejumlah Indikator Kabupaten/Kota Sehat di Kaltim Belum Capai Target
Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti capaian sejumlah indikator Kabupaten/Kota Sehat (KKS) di beberapa daerah yang belum memenuhi target. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat upaya pembangunan kesehatan lingkungan secara terukur.

Kepala Dinkes Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan penyelenggaraan KKS tidak semestinya hanya berorientasi pada perlombaan atau penghargaan. Menurutnya, program tersebut harus menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami tidak bisa hanya berpikir bahwa Kabupaten/Kota Sehat ini adalah lomba untuk mendapatkan penghargaan. Kalau masih ada yang berpikiran seperti itu, tentu pemikiran tersebut keliru,” tegas Andi.

Ia menjelaskan, penghargaan KKS seharusnya menjadi bonus dari upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Untuk itu, pemerintah daerah perlu memahami kriteria dan indikator pada sembilan tatanan KKS sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan program sekaligus menentukan aspek yang masih membutuhkan perbaikan.

Menurut Andi, konsep sehat tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh yang terbebas dari penyakit, tetapi juga lingkungan yang aman, nyaman, dan produktif. Hal ini mencakup lingkungan permukiman, sekolah, hingga ruang bermain anak yang mendukung tumbuh kembang mereka.

Selain pemenuhan indikator, Andi menekankan pentingnya memperkuat upaya penghentian praktik buang air besar sembarangan serta pengelolaan sampah di lingkungan permukiman. 

Ia ingin pemerintah kabupaten/kota bersama seluruh pemangku kepentingan dapat meningkatkan koordinasi dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Ini menjadi pr bersama. Karena sehat itu sifatnya abstrak, kita harus mengonkretkannya melalui indikator yang bisa diukur. Dengan begitu, kita bisa mengetahui sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

[RWT] 



Berita Lainnya