Kaltim
Cetak 1.000 Talenta STEM di Kaltim, YCAB dan Orica Luncurkan Program STEM Spark
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - YCAB Foundation bersama perusahaan solusi pertambangan global, Orica, resmi meluncurkan program "STEM Spark: Ignite Future Career Program" di Samarinda, Kaltim. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat akses pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang inklusif bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Program ini menargetkan keterlibatan 1.000 siswa SMA/SMK serta 50 guru dari 20 sekolah di Kaltim selama tiga tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pemenuhan talenta digital nasional, di mana Indonesia membutuhkan sekitar 600.000 talenta per tahun namun baru mampu mencetak sekitar 100.000 hingga 200.000 orang.
President Director Orica Indonesia, James Tiedgen, menyatakan bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian utama dari komitmen perusahaan bagi masyarakat di wilayah operasional. Ia menilai keterampilan STEM sangat krusial dalam membuka peluang karier yang lebih luas di masa depan.
"Kami bertujuan untuk membekali para pelajar di seluruh Indonesia, khususnya di Kaltim, dengan keterampilan yang mereka perlukan untuk berkembang. Kami bangga dapat bermitra dengan YCAB Foundation untuk bersama-sama membuka jalan bagi lahirnya generasi penerus yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan," ujar James dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).
Program STEM Spark mengadopsi pendekatan pembelajaran aplikatif melalui metode gamifikasi dan pembelajaran berbasis proyek. Selain penguatan kapasitas guru, program ini juga secara aktif mendorong partisipasi perempuan dengan target keterlibatan sebesar 60 persen peserta perempuan.
Founder dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk mendukung pengembangan talenta masa depan secara holistik. Program ini menjembatani kurikulum sekolah dengan kebutuhan riil di dunia industri.
"Melalui STEM Spark, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih utuh tentang bagaimana pembelajaran di sekolah terhubung langsung dengan kebutuhan dan peluang di dunia kerja," jelas Veronica.
Implementasi program ini dibagi dalam tiga fase utama, yakni peningkatan kapasitas guru melalui Training of Trainers(ToT), pendalaman materi untuk siswa, dan ditutup dengan kompetisi STEM serta festival pengetahuan. Tahap awal pelatihan guru dilaporkan telah dilaksanakan pada Februari lalu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltim.
Hadirnya program ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan STEM yang berkelanjutan di Kaltim. Dengan penyiapan talenta yang kompetitif dan inklusif, generasi muda lokal diharapkan dapat berpartisipasi lebih aktif dalam industri digital dan teknologi di masa mendatang.
[TOS]
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen









