Nasional
Cuaca Oktober 2025: Siang Panas Terik, Sore Diguyur Hujan Lebat
Kaltimtoday.co - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan cuaca ekstrem yang mulai terjadi pada awal Oktober 2025. Suhu siang hari terasa sangat panas, sementara sore hingga malam sering diwarnai hujan deras disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG, Muhammad Hakiki, menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan ciri masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Pada periode transisi, suhu udara cenderung tidak stabil, disertai pola hujan yang sulit diprediksi.
“Awal Oktober ini masih dalam fase peralihan musim. Hujan mulai sering turun, umumnya pada sore hari, dan biasanya disertai kilat serta angin kencang. Durasi hujannya singkat tetapi intens,” ungkap Hakiki di Kantor BMKG, Senin (6/10/2025).
Menurut Hakiki, suhu udara siang hari dapat mencapai level yang terasa menyengat, terutama menjelang tengah hari. Namun kondisi panas ekstrem tersebut sering berlanjut dengan hujan deras di sore hari.
“Kalau pagi hingga siang terasa sangat panas, perlu diwaspadai potensi hujan deras pada siang menjelang sore,” jelasnya.
Hakiki menuturkan, pola ini terjadi akibat perubahan monsun Asia yang mulai aktif namun masih dipengaruhi sisa musim kemarau. Kelembapan udara yang tinggi serta adanya gelombang atmosfer membuat lapisan udara di atas Indonesia semakin jenuh sehingga mudah terbentuk awan hujan.
“Faktor inilah yang memicu hujan lebat pada siang hingga sore di banyak wilayah,” tambahnya.
BMKG memperkirakan, pada November 2025 Indonesia akan sepenuhnya memasuki musim hujan. Hal ini ditandai dengan meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan di berbagai daerah.
“Memasuki November, transisi sudah selesai. Kita akan masuk musim hujan penuh, dan jumlah hujan akan semakin meningkat,” pungkas Hakiki.
[RWT]
Related Posts
- Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Ini
- BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, BNPB Minta 26 Provinsi Siaga hingga 26 Juni
- Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Palolo dan Tak Berpotensi Tsunami
- Monsun Australia Mendominasi, Beberapa Daerah di Kaltim Diprediksi Kabut dan Hujan Ringan
- BMKG Ungkap Alasan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tidak Terlihat di Tanah Air







