Daerah

Diduga Diserang Buaya, Lumba-Lumba Penuh Luka Mati Terdampar di Pantai Balikpapan

Network — Kaltim Today 29 Juni 2026 11:08
Diduga Diserang Buaya, Lumba-Lumba Penuh Luka Mati Terdampar di Pantai Balikpapan
Seekor lumba-lumba dengan tubuh penuh luka terdampar di Pantai Tanjung Bayur, Kota Balikpapan. (Beritasatu.com)

Kaltimtoday.co - Seekor lumba-lumba jantan dengan tubuh penuh luka ditemukan terdampar di bibir Pantai Tanjung Bayur, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan. Mamalia laut tersebut diduga menjadi korban serangan buaya air asin.

Warga yang menemukan lumba-lumba itu sempat berupaya keras untuk menyelamatkannya. Namun, nyawa satwa dilindungi tersebut tidak dapat diselamatkan karena mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya.

Dalam rekaman video amatir, tampak sejumlah warga berkerumun di sekitar lumba-lumba yang terdampar di bibir pantai. Saat ditemukan, kondisi hewan tersebut sangat memprihatinkan dengan sirip ekor yang hanya tersisa separuh, sementara bagian tubuh dan sirip lainnya dipenuhi luka menganga.

Ketua RT setempat, Sri Hartini, mengatakan warga bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera melakukan evakuasi setelah menerima laporan. Mereka memindahkan lumba-lumba ke perairan yang lebih dalam sesuai arahan Dinas Perikanan dengan harapan satwa tersebut dapat kembali ke habitatnya.

"Kami evakuasi di lapangan, setelah itu kami telepon Dinas Perikanan. Kalau masih ada nyawa, kami disuruh bawa ke tengah supaya dapat air dan bisa kembali ke habitatnya. Sekalinya setelah dibawa ke tengah ternyata sudah mati," ujar Sri, Senin (29/6/2026).

Sri menjelaskan bahwa kondisi lumba-lumba tersebut saat pertama kali ditemukan oleh warga memang sudah dalam keadaan yang sangat kritis.

"Banyak lukanya, ekornya tinggal separo, badannya luka-luka," katanya.

Lumba-lumba dengan panjang sekitar dua meter dan bobot diperkirakan mencapai 100 kilogram itu kemudian dievakuasi kembali ke tepi pantai. Langkah ini dilakukan untuk proses pemakaman bangkai lumba-lumba agar tidak mencemari kawasan pesisir pantai.

Peristiwa mamalia laut yang terdampar di Pantai Tanjung Bayur ini bukan pertama kalinya terjadi. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, tercatat sudah ada dua mamalia laut yang ditemukan terdampar di lokasi tersebut.

Tingginya gelombang laut diduga menjadi salah satu faktor penyebab mamalia laut yang dilindungi tersebut terpisah dari kelompoknya, hingga akhirnya terseret dan terdampar di pesisir pantai. 

[RWT] 



Berita Lainnya