Kaltim

Melalui Penerbangan Langsung ke Tiongkok, Ekspor Perikanan Segar Kaltim Capai 56 Ton per Bulan

Kaltim Today
23 Juni 2026 09:36
Melalui Penerbangan Langsung ke Tiongkok, Ekspor Perikanan Segar Kaltim Capai 56 Ton per Bulan
Ilustrasi.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Kinerja ekspor sektor perikanan Kalimantan Timur terus menunjukkan tren positif. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur mencatat, volume ekspor komoditas perikanan segar ke Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok kini telah mencapai kisaran 56 ton per bulan berkat pemanfaatan layanan penerbangan langsung (direct call).

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur, Irma Listiawati, menjelaskan bahwa jalur logistik udara tanpa transit ini menjadi kunci utama dalam mempertahankan nilai ekonomis produk laut andalan daerah.

"Penerbangan langsung ini sangat penting untuk menjaga kualitas kesegaran produk laut andalan daerah kita hingga tiba di negara tujuan. Untuk sementara ini, penerbangan ekspor perikanan Kalimantan Timur ke China hanya terfokus di Kota Wenzhou," ungkap Irma, dikutip dari laman Pemprov Kaltim, Senin (22/6/2026).

Sejak resmi diluncurkan pada 14 Mei 2026, layanan kargo udara terjadwal melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan ini melayani pengiriman dua kali dalam sepekan, yakni setiap hari Senin dan Kamis. Kapasitas angkut tangkapan laut ini berkisar antara 7 hingga 12 ton untuk setiap kali penerbangan.

Adapun komoditas yang dikirim melalui jalur udara ini didominasi oleh produk segar yang membutuhkan penanganan cepat seperti belut, kepiting, dan ikan. Sementara untuk produk perikanan beku, seperti udang windu dan udang pink, proses pengapalan menuju pasar internasional tetap mengandalkan jalur laut.

Kelancaran arus ekspor ini tidak lepas dari peran aktif serta konsistensi para eksportir lokal selaku mitra strategis pemerintah daerah, di antaranya CV 3A dan PT Atlas Agung Abadi yang rutin memasok kebutuhan komoditas perikanan tersebut.

Secara kumulatif, performa perdagangan luar negeri sektor perikanan Kalimantan Timur sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sangat impresif. Total volume ekspor telah menembus angka 1.262 ton dengan raihan nilai ekonomi mencapai Rp230 miliar.

Dari total capaian tersebut, udang windu sukses mempertahankan posisinya sebagai primadona ekspor terbesar dengan kontribusi volume sebesar 769,9 ton yang menghasilkan nilai devisa senilai Rp173,3 miliar. Pencapaian ini sekaligus memperkokoh posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu lumbung perikanan nasional yang memiliki daya saing kuat di pasar global.

[TOS]



Berita Lainnya