DPRD SAMARINDA
DPRD Samarinda Minta Inovasi Daerah Tak Sekadar Program, Harus Hasilkan PAD
Kaltimtoday.co, Samarinda - Inovasi daerah di Samarinda didorong tidak berhenti pada pembaruan sistem pelayanan dan tata kelola pemerintahan. Di tengah efisiensi anggaran, inovasi juga dituntut mampu mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus membuka sumber ekonomi baru, termasuk melalui pengembangan pariwisata.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai inovasi yang dikembangkan pemerintah harus memiliki hasil terukur dan memberikan manfaat langsung bagi daerah. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemandirian fiskal, terutama ketika ruang belanja pemerintah semakin terbatas.
“Kita saat ini menghadapi situasi efisiensi. Makanya saya sampaikan inovasi-inovasi penting untuk peningkatan PAD itu sangat bagus sekali dalam kondisi saat ini,” ujar Deni.
Menurutnya, pemerintah perlu mengarahkan inovasi pada upaya menciptakan sumber pendapatan baru maupun mengoptimalkan potensi penerimaan yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan begitu, inovasi tidak sekadar menjadi program administratif, tetapi juga instrumen untuk memperkuat keuangan daerah.
Deni menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembahas seminar ekspos Naskah Akademik (Nasmik) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Inovasi Daerah. Ia menilai penyusunan regulasi tersebut perlu memastikan setiap inovasi memiliki keluaran dan dampak yang jelas.
Ia menyebut terdapat 328 inovasi di Samarinda yang telah berjalan selama satu tahun dan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan inovasi yang layak diperkuat melalui regulasi.
“Ada 328 inovasi di Kota Samarinda yang sudah berjalan satu tahun, itu menjadi dasar bahwa inovasi-inovasi ini sudah teruji dan layak untuk dijadikan perda,” katanya.
Selain peningkatan PAD, Deni menyoroti pengembangan pariwisata sebagai sektor yang masih memiliki peluang untuk digarap lebih serius. Menurutnya, Samarinda membutuhkan destinasi wisata yang lebih beragam agar kunjungan masyarakat dari luar daerah tidak hanya berpusat pada pusat perbelanjaan dan tempat kuliner.
Ia menilai wisata buatan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat daya tarik kota. Namun, pengembangannya perlu disertai pemetaan destinasi dan arah kunjungan yang jelas sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di Samarinda.
“Selama ini kita mungkin ketika ada tamu yang berkunjung, mereka tidak memiliki road map yang jelas. Setelah datang dari instansi ini atau dari kantor ini mereka mau ke mana lagi, tidak ada. Paling tujuannya mal atau rumah makan,” ujarnya.
Deni berharap pemerintah dapat menggali potensi lokal dan menghadirkan inovasi pariwisata yang mampu memperpanjang aktivitas kunjungan. Jika dikelola dengan baik, keberadaan destinasi baru berpeluang menggerakkan usaha masyarakat, mulai dari kuliner hingga sektor jasa lainnya.
Dorongan tersebut menjadi salah satu catatan dalam penyusunan Nasmik Raperda Inovasi Daerah. Deni berharap regulasi yang disiapkan tidak hanya memberikan landasan hukum bagi inovasi pemerintah, tetapi juga memastikan program yang dikembangkan memiliki manfaat nyata bagi pendapatan dan perekonomian Samarinda.
Setelah Nasmik rampung dan Raperda diajukan sebagai Raperda inisiatif, DPRD Samarinda melalui Badan Legislasi akan membahas substansi regulasi tersebut lebih lanjut, termasuk memberikan masukan terhadap pasal-pasal yang diusulkan.
[RWT | ADV DPRD SAMARINDA]
Related Posts
- Karhutla Berulang di Kalimantan, Koalisi PWYP Tagih Akuntabilitas Pemerintah dan Pemegang Izin
- Sewindu MGRM, Bupati Kukar Dorong Pengembangan Bisnis Non-PI untuk Dongkrak PAD
- Disnaker Tolak Pencatatan SPK Unmul, Serikat Pekerja Siapkan Sanggahan Ketiga hingga Rencana Hukum Lanjutan
- Boyong 58 Peserta ke Toraja Utara, PKBGT Klasis Kaltimteng Targetkan Hasil Terbaik di Prawira PKBGT 2026
- Dorong Hilirisasi dan Energi, MIF 2026 Gaet Potensi Investasi Rp 32,7 Triliun di Kaltim









