Nasional
Empat Dekade di Bank Sentral, Ini Profil Perry Warjiyo yang Mundur dari Gubernur BI
Kaltimtoday.co - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyusul penyerahan surat pengunduran diri Perry kepada Presiden Prabowo.
Mensesneg menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada Minggu (26/7/2026). Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai bentuk penetapan resmi pengunduran diri tersebut.
"Sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku, terutama mengacu pada Undang-Undang Bank Indonesia, Bapak Presiden menerima pengunduran diri Bapak Perry Warjiyo. Presiden juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau memimpin BI selama kurang lebih 7 tahun," ujar Prasetyo Hadi di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Sesuai ketentuan UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah, posisi Gubernur BI untuk sementara waktu akan dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, hingga diterbitkannya nama gubernur definitif.
Pemerintah memastikan bahwa transisi ini tidak akan mengganggu stabilitas pasar keuangan maupun kebijakan moneter nasional. Prasetyo menegaskan pentingnya sinergi antara otoritas moneter dan fiskal agar perekonomian nasional tetap berakselerasi dengan baik.
"Kami mewakili pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. BI memiliki peranan penting untuk mengawal kebijakan moneter, sementara Kementerian Keuangan mengelola fungsi fiskal. Koordinasi erat antara kedua lembaga ini akan terus berjalan," tegas Prasetyo.
Rekam Jejak Empat Dekade Perry Warjiyo di Bank Sentral
Pengunduran diri ini mengakhiri masa pengabdian Perry Warjiyo di Bank Indonesia yang telah berlangsung lebih dari 40 tahun. Pria kelahiran Sukoharjo tahun 1959 ini memegang rekam jejak panjang di kancah perbankan nasional maupun internasional.
1. Pendidikan dan Awal Karier
Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1982 ini melanjutkan studi magister dan doktoralnya di Iowa State University, AS, hingga meraih gelar Ph.D pada 1991. Perry memulai kariernya di Bank Indonesia sejak tahun 1984.
2. Pengalaman Internasional
Pada rentang 2007–2009, Perry menjabat sebagai Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) mewakili 13 negara anggota South-East Asia Voting Group. Ia juga aktif memegang peran strategis seperti Ketua Asian Consultative Council–Bank for International Settlements (ACC-BIS) dan Chairman Executive Committee IFSB.
3. Memimpin BI Selama Dua Periode
Perry diangkat menjadi Deputi Gubernur BI periode 2013–2018 sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur BI untuk dua periode:
- Periode I: 2018–2023
- Periode II: 2023–2028 (Dilantik pada 24 Mei 2023 berdasarkan Keppres Nomor 38/P Tahun 2023)
Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia meraih berbagai penghargaan bergengsi tingkat dunia, seperti The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (2018 & 2022) serta The Best Macroeconomic Regulator in Asia Pacific dari The Asian Banker.
[RWT]
Related Posts
- Tak Panjang Lebar, Fraksi Kebangkitan Hanura Desak Optimalisasi Penggunaan APBD untuk RPJMD
- Utang PFK Melonjak Jadi Rp2,5 Miliar, Fraksi Gerindra DPRD Berau Minta Pemda Bertindak
- Program Pembangunan Tersendat, HMI Kukar Dorong Pemkab Perjuangkan Hak Daerah
- Keterbatasan Anggaran, DPRD Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sekolah Rusak Ringan
- DPRD Samarinda Prioritaskan Perbaikan Penerangan Jembatan Achmad Amins Lewat APBD Perubahan








