Kaltim
Hindari Calon Tunggal, PDIP Kaltim Rekomendasikan Isran-Hadi di Pilgub 2024
Kaltimtoday.co, Samarinda - Menghindari calon tunggal, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kalimantan Timur merekomendasikan pasangan petahana Isran-Hadi ke DPP untuk maju di kontestasi Pilgub Kaltim 2024.
Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin pada Rabu (17/7/2024).
"Kami mengusulkan Isran-Hadi supaya masyarakat memiliki pilihannya dan menghindari calon tunggal. Saat ini, proses pengusungan masih berlangsung ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan," ucapnya.
Safaruddin menilai, kontestasi politik semestinya merupakan ajang perpolitikan yang kompetitif. Sehingga, dibutuhkan peran masyarakat dalam menentukan pilihan paslonnya untuk pemimpin di Kalimantan Timur.
"Masyarakat harus menyaksikan kompetisi politik yang kompetitif. Bukan hanya paslon tunggal saja, atau melawan kotak kosong," bebernya.
Selain pasangan petahana, ada juga pasangan pendatang baru yakni Rudy Mas'ud dan Seno Aji melalui Koalisi Indonesia Maju (KIM). Pihaknya sudah mengumpulkan dukungan enam partai politik (Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PKB, dan NasDem) dengan perolehan 42 kursi.
Mengacu pada Peraturan KPU Nomor 8/2024 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota, bahwa pasangan calon harus diusung oleh partai atau gabungan partai dengan representasi minimal 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kaltim. Artinya, bacalon harus bisa mengumpulkan setidaknya 11 kursi untuk maju di Pilgub Kaltim.
Isran Noor dan Hadi Mulyadi saat ini tengah berupaya mendapatkan surat rekomendasi dukungan dari partai tersisa, yakni PDIP, PPP, dan Demokrat.
"Ditunggu saja, keputusan DPP seperti apa nantinya," tutup Safaruddin.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Warung di KM 38 Samboja Ludes Terbakar, Pemilik Alami Luka Bakar di Kepala dan Tangan
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- NISN dan NIK Tidak Ditemukan Saat Cek PIP Juni 2026? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusinya









