PEMKAB BERAU

HUT ke-73 Berau: Dari Penanganan Karhutla hingga Menatap Transformasi Ekonomi

Kaltim Today
14 September 2026 16:32
HUT ke-73 Berau: Dari Penanganan Karhutla hingga Menatap Transformasi Ekonomi
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyerahkan potongan puncak rosul kepada Pemangku Kesultanan Sambaliung Datu Amir sebagai penutup Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Berau, Senin (14/9/2026). (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb menjadi momentum evaluasi pembangunan sekaligus memperkuat kolaborasi daerah. Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk menatap transformasi ekonomi di tengah berbagai tantangan, mulai dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga penyesuaian anggaran.

Hal tersebut disampaikan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dalam Rapat Paripurna DPRD Berau yang berlangsung di Gedung DPRD Berau, Senin (14/9/2026).

Dalam pidatonya, Sri Juniarsih menyoroti ancaman karhutla akibat kemarau panjang. Meski sempat mencatat 779 titik panas (hotspot) pada 29 Agustus 2026 yang merupakan tertinggi di Kaltim, data BMKG menunjukkan angka tersebut berhasil ditekan menjadi 50 titik per 9 September 2026.

"Berau adalah rumah kita bersama, maka mari kita jaga bersama," ujar Sri Juniarsih.

Untuk menekan dampaknya, Pemkab Berau telah menerapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) serta mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, warga diminta menghindari pembakaran lahan dan aktif melaporkan titik api.

Sri Juniarsih menjelaskan, pembangunan Berau ke depan diarahkan untuk mewujudkan visi Berau yang Maju, Unggul, Berkelanjutan, Makmur, dan Sejahtera. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, tata kelola pemerintahan, pemerataan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM.

Sejumlah program unggulan terus dijalankan, di antaranya bantuan angkutan pelajar dan mahasiswa, pendidikan gratis tingkat TK hingga SMP, pembebasan BPHTB bagi warga tidak mampu, Trans Berau, pembangunan fasilitas olahraga, penguatan ekonomi desa, hingga rencana pembangunan Berau Creative Hub.

Di tengah efisiensi anggaran dan penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD), APBD Berau 2026 ditetapkan sebesar Rp3,42 triliun. Penyesuaian juga terjadi pada Alokasi Dana Kampung (ADK) yang dialokasikan sebesar Rp145 miliar pada 2026, turun dari Rp320 miliar pada 2025.

Kendati demikian, realisasi investasi daerah menunjukkan tren positif. Pada 2025, investasi mencapai Rp8,76 triliun atau 194,71 persen dari target Rp4,5 triliun. Sementara pada 2026, realisasi investasi hingga triwulan kedua telah menembus Rp3,6 triliun dari target Rp8 triliun.

Komoditas unggulan daerah seperti kakao juga mencatatkan kinerja ekspor yang baik. Setelah sukses mengekspor 23 ton biji kakao sepanjang 2023–2025, Berau kembali mengekspor 11,5 ton biji kakao ke Prancis dan Swiss pada 2026.

Pembangunan konektivitas juga terus digenjot melalui pembangunan Jembatan Bailey di Hulu Kelay, Dermaga Teluk Sulaiman, Jembatan Sei Sumbang, dan Jembatan Sei Bataan guna mendukung mobilitas warga serta sektor pariwisata dan ekonomi.

Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto menyambut positif arah pembangunan daerah tersebut. Menurutnya, momentum hari jadi harus dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara Pemkab dan DPRD agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

"Peringatan hari jadi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk melihat kembali capaian, mengevaluasi kekurangan dan memastikan pembangunan Berau ke depan semakin berpihak pada kepentingan masyarakat," kata Dedy.

Dedy menegaskan pihak legislatif akan terus mendukung program-program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga di tengah tantangan kondisi ekonomi.

"DPRD akan terus mendukung program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, memperkuat ekonomi lokal dan membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan," ujarnya.

Menutup penyampaiannya, Bupati Sri Juniarsih mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga dunia usaha untuk terus menjaga persatuan dan kondusivitas daerah.

"Kondusivitas adalah kunci keberhasilan pembangunan daerah," tegas Sri Juniarsih.

Rangkaian Rapat Paripurna DPRD Berau tersebut diakhiri dengan penampilan tarian khas etnis Melayu serta prosesi pemotongan puncak rosul sebagai ungkapan rasa syukur.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU]



Berita Lainnya