Nasional
Jejak Teror Bersenjata Sepanjang 2026: Sasar Warga Sipil, Nakes, hingga ASN di Papua
Kaltimtoday.co - Rangkaian aksi kekerasan yang diduga melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus membayangi kehidupan warga sipil di sejumlah wilayah Papua sepanjang Februari hingga September 2026.
Sasaran teror bersenjata tersebut menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari pedagang kelontong, tenaga kesehatan perintis, pengendara di jalur trans, hingga aparatur sipil negara (ASN) yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik.
Berikut adalah rentetan kasus kekerasan bersenjata yang tercatat di tanah Papua sepanjang 2026:
1. 12 Februari 2026 (Puncak Jaya)
Penembakan seorang warga sipil penjaga kios, Ahmad Gunawan, di kawasan Puskesmas Ilu, Papua Tengah. Pelaku berinisial TJ alias K alias AW yang masuk DPO berhasil dilumpuhkan aparat di Timika pada 26 April 2026 setelah berupaya melarikan diri ke hutan.
2. 16 Maret 2026 (Tambrauw)
Penyerangan mendadak di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Papua Barat Daya, yang menewaskan dua tenaga kesehatan, Yeremia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido. Pascainsiden yang diklaim kelompok TPNPB pimpinan Sebby Sambom tersebut, pengamanan koridor darat Fef–Sorong diperketat.
3. 10 Mei 2026 (Dogiyai)
Penembakan terhadap mobil warga sipil berinisial AP di jalur Trans Nabire-Paniai, Papua Tengah. Kontak tembak lanjutan antara aparat gabungan Brimob dan pelaku menewaskan seorang anggota KKB, Napison Tebai, serta menyita satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 milimeter.
4. Pertengahan Agustus 2026 (Mimika)
Penculikan sembilan warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan hamil, oleh kelompok bersenjata Kodap III Ndugama di Distrik Jila, Papua Tengah. Peristiwa ini menewaskan Neregingget Magai yang ditembak saat membela anaknya, serta melukai Inkolung Aim. Hingga kini, satu korban berhasil dievakuasi ke Timika sementara sisanya masih dalam pencarian.
5. 9 September 2026 (Jayawijaya)
Penghadangan rombongan Dinas Pertanian usai bertugas di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, yang menyebabkan tiga ASN tewas ditembak: Wili Mbuik, Alprida Rapi, dan Albinus Mehan. Dua buronan utama berinisial PN dan KT dari kelompok Egianus Kogoya kini masuk DPO setelah teridentifikasi mengejek keluarga korban via panggilan video dan terlacak berkaitan dengan kasus penyanderaan pilot Susi Air serta penembakan di Festival Lembah Baliem.
Hingga saat ini, aparat penegak hukum bersama satuan tugas pengamanan masih terus menggencarkan perburuan terhadap para pelaku yang masuk daftar pencarian orang serta berupaya menemukan warga yang masih disandera di wilayah pedalaman.
[RWT]
Related Posts
- Uang Rp189,5 Juta Muncul Saat Penggeledahan ESDM Kaltim, Kejati Serahkan ke Inspektorat
- Kaji Aturan Sound Horeg, Mendagri Tito Karnavian: Batas Desibel Bakal Diatur Ketat
- Dari Kopi hingga Makanan, 58 Tenant Siap Bikin Pujasera Arbizz Space Jadi Lebih Hidup
- Rapat Akbar Erau 2026, Prosesi Sakral dan Seremonial Dipastikan Berjalan Sesuai Rencana
- Bangkai KM Virgo Transport 8 Tenggelam di Kedalaman 30 Meter, 129 Korban Masih Dicari Basarnas







