Daerah
Kakek 50 Tahun yang Sodomi Anak Kecil di Musala Berau Divonis 14 Tahun
Kaltimtoday.co, Berau - Terdakwa BH (50) yang melakukan tindakan tidak senonoh kepada anak kecil di musala, poros Gunung Tabur-Bulungan pada, Jumat (1/8/2025) dini hari lalu, telah divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb.
Penjatuhan pidana itu berlangsung di Ruang Sidang Cakra pada Senin (01/12/2025). Terdakwa dijatuhi hukuman penjara 14 tahun 6 bulan, serta pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 3 bulan.
Dalam agenda sidang putusannya, Ketua Majelis Agung Dwi Prabowo beserta hakim anggota, Ade Oktavianisa dan Firzi Ramadhan menyatakan, jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur.
Dalam agenda persidangan pemeriksaan saksi, majelis hakim juga menyampaikan, jika korban memperoleh hak restitusi atau pemulihan kondisi fisik serta ganti kerugian. Hak tersebut dapat diajukan oleh korban secara langsung maupun melalui penuntut umum.
"Permohonan restitusi dapat diajukan paling lama 90 hari sejak pemohon mengetahui putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," tegas Hakim Ketua, Agung Dwi.
Dari catatan kepolisian, terdakwa sudah pernah dipidana dengan perkara yang sama pada Tahun 2017 dan baru saja selesai menjalani pidananya tahun lalu.
Kejadian kedua ini, dari fakta yang terungkap di persidangan diketahui pula jika korban mempunyai riwayat penyakit jantung.
"Sangat disayangkan karena dilakukan di kawasan tempat ibadah dan korbannya merupakan anak laki-laki di bawah umur serta memiliki riwayat penyakit jantung yang notabene sangat riskan terhadap peristiwa mengejutkan seperti ini,” ungkap Hakim Ketua.
Keputusan yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Redeb tersebut, diterima oleh terdakwa melalui penasihat hukum maupun penuntut umumnya serta tidak mengajukan banding.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Kirim 430 Atlet ke Asian Games 2026, Presiden Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar dan Minta Pelatih Diberi Kenaikan Pangkat
- Insentif Guru Non-ASN Kukar Belum Cair, Disdikbud Minta Sekolah Percepat Rekonsiliasi Data
- Intrusi Air Laut Meningkat, Lima IPA di Samarinda Kurangi Jam Operasional
- Temui Pimpinan DPR, Kepala Desa Minta PP Nomor 16/2026 Ditinjau dan Masa Jabatan Diperpanjang
- Antisipasi Partikel Silika Erupsi Anak Krakatau, Menkes Imbau Warga Terdampak Kurangi Aktivitas Luar Rumah Sepekan









