Advertorial
Kaltim Bahas Masa Depan Energi Hijau Berkeadilan, Akademisi dan Pejabat Bakal Gelar Diskusi di Unmul
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kaltim mulai membicarakan tentang Isu energi bersih, semangat itu mulai hidup dalam ruang-ruang kampus, ketika sejumlah akademisi, pejabat, dan pegiat lingkungan duduk bersama membahas masa depan energi hijau.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui Seminar Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan digelar pada Senin (27/10/2025) di Gedung Bundar Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda.
Ketua Panitia sekaligus Sekretaris PPPI Kaltim, Sukardi, menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya persoalan teknologi semata. Menurutnya, langkah menuju energi bersih harus melibatkan keseimbangan antara kebijakan, investasi, dan pemahaman masyarakat.
“Transisi energi bukan cuma soal teknologi. Tapi bagaimana kebijakan, investasi, dan pemahaman publik bisa berjalan seimbang. EBT harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan beban,” tegas Sukardi.
Ia menjelaskan, ada empat tujuan utama dari pelaksanaan seminar ini. Pertama, menganalisis potensi dan tantangan pengembangan energi baru terbarukan di Kaltim. Kedua, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha. Ketiga, menyiapkan arah kebijakan energi berkelanjutan yang adil bagi generasi mendatang. Keempat, memperluas pemahaman publik agar transisi energi tidak hanya dikuasai oleh kalangan teknokrat.
Tak hanya fokus pada isu PLTN dan dampaknya terhadap lingkungan, seminar ini juga menyinggung aspek ekonomi, pertanian, dan peran sektor perkebunan dalam mendukung energi terbarukan. Salah satu paparan menarik datang dari Kepala Bappeda Kaltim, Yusyandu, yang menjelaskan tentang proyek-proyek transisi energi yang sedang digarap di daerah.
Diskusi akan langsung dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji serta menghadirkan sejumlah pembicara potensial dengan latar belakang yang beragam fokus pada isu EBT.
“Jadi diskusi akan dibagi menjadi beberapa sesi sesuai dengan ranah para pembicara,” ujarnya.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelantikan Ikatan Alumni Faperta Unmul periode 2025–2029, yang diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kontribusi akademisi terhadap pembangunan daerah.
Dengan beragam ide, pandangan, dan kolaborasi yang terbangun, Kaltim kini tak hanya bicara tentang energi bersih sebagai wacana global, tetapi mulai menapakkan langkah nyata menuju masa depan energi yang adil dan berkelanjutan.
[RWT | ADV]
Related Posts
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa









