Daerah
Kembali Terjadi, 197 Siswa dan Guru di Pati Diduga Keracunan MBG Dilarikan ke Puskesmas hingga Rumah Sakit
Kaltimtoday.co - Sebanyak 197 orang yang terdiri dari siswa dan guru di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal, Rabu (9/9/2026). Korban mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, hingga diare akut usai menyantap paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan sehari sebelumnya.
Lonjakan pasien yang terjadi secara serentak membuat Puskesmas Gembong kewalahan. Kapasitas ruang rawat dan tempat tidur di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama tersebut tidak mampu menampung seluruh korban, sehingga sebagian pasien yang mengalami dehidrasi berat harus segera dirujuk ke RSUD Soewondo Pati.
Ambulans terpantau silih berganti mengevakuasi korban ke fasilitas medis sejak Rabu pagi. Berdasarkan rekapitulasi data sementara hingga Rabu siang, sebaran korban mencakup MTs Negeri 3 Gembong sebanyak 120 siswa dan 27 guru dan salah satu SMP di wilayah Gembong sebanyak sekitar 50 siswa.
Kepala MTs Negeri 3 Gembong, Zaenal Arifin, menuturkan bahwa jumlah korban masih berpotensi bertambah karena proses pendataan dan penanganan klinis masih terus berlangsung di lapangan.
"Penanganan di puskesmas yang ringan-ringan belum terdata semua. Ada 120 siswa dan 27 guru yang terdata keracunan, dan ini masih dalam proses penanganan," ujar Zaenal seraya menambahkan bahwa sebagian siswa bergejala ringan memilih rawat jalan mandiri di rumah.
Dugaan keracunan bermula dari paket menu MBG yang dibagikan pada Selasa (8/9/2026). Pasokan makanan tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong. Reaksi tubuh dilaporkan mulai muncul beberapa jam setelah konsumsi dan memuncak pada keesokan harinya.
Salah seorang siswi MTs Negeri 3 Gembong, Nehisa, mengaku mengalami gangguan pencernaan sejak Selasa petang.
"Setelah makan terasa mual dan pusing, terus diare. Itu dirasakan kemarin sore. Alhamdulillah hari ini sudah mulai baikan," jelasnya.
Aparat kepolisian setempat bersama dinas kesehatan telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan serta mengambil sampel makanan guna pengujian laboratorium demi mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
[RWT]
Related Posts
- Rekening Donasi Aksi Warga Pati Diblokir, Bank Mandiri Buka Suara dan Minta Maaf
- Sahib Desak Korwil Bontang BGN Dievaluasi Usai Dua Kasus Keracunan MBG
- Anggaran Pendidikan RAPBN 2027 Tembus Rp 820,9 Triliun, Termasuk untuk Makan Bergizi Gratis
- DPRD Bontang Dorong Evaluasi Menu MBG, Keluhan Sekolah Diminta Disampaikan Secara Resmi
- SMP Vidatra Bontang Hentikan Sementara MBG Usai Sejumlah Siswa Alami Mual dan Muntah








