Daerah
Kisah Jack, Bayi Orang Utan yang Bertahan Hidup dengan Luka Duri di Kebun Sawit Kutai Timur
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Seekor bayi orang utan jantan bernama Jack kini tengah menjalani masa pemulihan intensif di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam. Jack dievakuasi dari sebuah keluarga di Desa Miau Baru, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur, pada 30 November 2025 lalu, setelah sebelumnya ditemukan telantar sendirian di bawah pohon kelapa sawit.
Saat pertama kali diselamatkan, kondisi bayi yang diperkirakan berusia di bawah satu tahun ini sangat memprihatinkan. Jack mengalami dehidrasi, demam tinggi, dan tubuh yang sangat kurus dengan skor kondisi tubuh (Body Condition Score) di level 1. Tak hanya itu, telapak tangan dan kaki Jack dipenuhi luka lecet serta luka bernanah akibat duri kelapa sawit yang tertancap cukup dalam.
Founder dan Direktur Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto, mengungkapkan bahwa saat tiba di pusat rehabilitasi, Jack menunjukkan tanda-tanda stres berat. Namun, setelah mendapatkan penanganan medis secara intensif dari tim CAN dan BKSDA Kaltim, kesehatan Jack berangsur pulih secara signifikan.
"Luka bernanah di telapak tangannya sudah mulai sembuh. Berdasarkan pemeriksaan medis terbaru, termasuk cek darah dan feses, tidak ditemukan adanya infeksi parasit maupun kelainan lainnya. Nafsu makannya kini stabil, baik untuk buah maupun susu," ujar Paulinus pada Senin (26/1/2026).
Saat ini, Jack sudah mulai diperkenalkan ke area bermain (playground) bersama dua orang utan lainnya, Hannes dan Lukas. Meski terkadang masih terlihat menyendiri, Paulinus menilai hal tersebut sebagai proses adaptasi yang wajar. Kemajuan terbesar adalah Jack mulai bisa menyesuaikan diri dan tidak lagi menunjukkan ketakutan berlebih terhadap manusia (animal keeper).
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, mengapresiasi langkah cepat masyarakat yang melaporkan temuan satwa dilindungi tersebut. Ia menegaskan bahwa Jack kini berada di tempat yang tepat untuk mengembalikan sifat liarnya sebelum nantinya dikembalikan ke habitat asalnya.
"Kami segera menindaklanjuti informasi warga dan menempatkan Jack di PPS Long Sam untuk rehabilitasi. Harapan kami ke depannya, kesehatan fisik dan insting keliarannya kembali pulih dengan baik," kata Ari.
BKSDA Kaltim berkomitmen untuk terus memantau perkembangan Jack hingga siap untuk dilepasliarkan kembali ke hutan. Ari juga mengimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa liar dan segera melapor jika menemukan orang utan yang masuk ke wilayah perkebunan atau pemukiman guna menghindari konflik antara manusia dan satwa.
"Target akhir kami adalah memastikan Jack bisa kembali hidup mandiri di lokasi pelepasliaran yang terpantau," pungkasnya.
[TOS]
Related Posts
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi









