Nasional
Panduan dan Link Pembelian E-Meterai untuk Pendaftaran PPPK 2024
Kaltimtoday.co - Pemerintah, melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN), telah resmi membuka pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024. Salah satu persyaratan penting dalam proses pendaftaran ini adalah menyertakan surat pernyataan dan surat lamaran yang dilengkapi dengan meterai, baik dalam bentuk fisik maupun e-meterai. Lalu, bagaimana cara membeli e-meterai untuk keperluan tersebut?
BKN telah mengonfirmasi melalui situs resmi dan media sosialnya bahwa peserta pendaftaran PPPK 2024 dapat menggunakan meterai tempel atau e-meterai pada dokumen yang dibutuhkan. Harga e-meterai saat ini adalah Rp 10.000, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.03/2021 yang berlaku sejak 1 Januari 2021.
Ketika membeli e-meterai, pelamar PPPK biasanya akan dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 1.500 sebagai biaya layanan. Untuk memudahkan calon pelamar, e-meterai dapat dibeli di berbagai platform online yang telah resmi terdaftar.
Berikut ini adalah daftar situs yang menyediakan layanan pembelian e-meterai:
- paper.id
- mekarisign.com
- signing.id
- digidoku.id
- dimensy.id
- sign-it.id
- pastitah.id
- enforcea.com
- materai.id
- meterai-elektronik.com
- peruri.co.id
- e-meterai.live
- tokogramedia.com
- skillacademy.com
- emet.id
Dengan memanfaatkan layanan dari berbagai situs di atas, pelamar PPPK 2024 dapat dengan mudah memperoleh e-meterai untuk melengkapi dokumen pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku.
[RWT]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Klaster Logistik Disiapkan, BPBD Kaltim Targetkan Penyaluran Bantuan Bencana Tak Lebih dari 72 Jam
- Industri Hulu Migas Butuh Beragam Keahlian, PHE Ajak Mahasiswa Polnes Kenali Peluang Karier
- Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Perkuat Ekosistem Bank Sampah Lewat FORSEPSI 2026
- Polda Kaltim Distribusikan 1.500 Liter Cairan Kimia Berbahan Sawit Olahan Unmul untuk Padamkan Karhutla
- Aji Mirni Mawarni Minta Anak Muda Kaltim Lebih Kritis dan Berbasis Data







