Daerah
Parkir Liar GOR Segiri Samarinda Bandel: Jumat Ditegur Wali Kota, Sabtu Ditertibkan Dishub, Senin Kembali Pungut Tarif Tak Wajar
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Praktik parkir liar di kawasan GOR Segiri Samarinda dilaporkan kembali marak meski telah mendapatkan teguran keras dari Wali Kota hingga penertiban oleh petugas gabungan. Para juru parkir (jukir) liar terpantau tetap menjalankan aksinya dengan mematok tarif di atas ketentuan resmi.
Persoalan ini sebelumnya memicu kekesalan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat peresmian Pasar Ramadan, Jumat (20/2/2026). Wali Kota menegaskan agar tidak ada oknum instansi yang melakukan pembiaran atau bekerja sama dengan jukir liar yang meresahkan masyarakat tersebut.
Merespons instruksi pimpinan daerah, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda bersama Satlantas telah melakukan penertiban di Jalan Kesuma Bangsa pada Sabtu (21/2/2026). Puluhan jukir diperingatkan karena menggunakan trotoar sebagai lahan parkir dan memungut tarif melebihi ketentuan resmi, yakni Rp 2.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat.
Namun, berdasarkan pantauan pada Senin (23/2/2026), peringatan tersebut belum memberikan efek jera. Di Jalan Harmonika, jukir liar masih memungut tarif Rp 5.000 untuk sepeda motor, yang jauh di atas tarif resmi daerah.
Seorang warga Samarinda Utara, Fitri, mengeluhkan perilaku jukir yang dianggap kasar dan hanya memanfaatkan situasi tanpa memberikan pelayanan. Ia menyebut para jukir sering kali menghilang saat waktu berbuka puasa tiba tanpa menjaga kendaraan warga.
"Jukirnya terlalu banyak, caranya juga kasar dan memaksa. Mereka ini aji mumpung banget," ujar Fitri. Ia mengaku terpaksa parkir di luar GOR Segiri demi efisiensi waktu karena kemacetan di dalam area parkir resmi saat jam padat.
Senada dengan itu, Afi, warga Samarinda Seberang, mengaku merasa terjebak oleh informasi bohong oknum jukir. Ia diarahkan parkir di luar dengan alasan parkir di dalam GOR telah penuh, padahal kondisi di dalam masih tersedia ruang yang cukup luas.
"Ternyata setelah membayar Rp 5.000 dan sampai ke dalam, parkirannya masih cukup lowong, jadi saya cukup menyesal," ungkap Afi.
Hingga saat ini, praktik pungutan tak wajar masih menghantui pengunjung GOR Segiri meski petugas telah mengancam akan melakukan tindakan tegas berupa penilangan hingga pelaporan pidana bagi pelanggar yang membandel.
[TOS]
Related Posts
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Kas Daerah Seret, Utang Rp400 Miliar Pemkot Samarinda Dibayar Bertahap
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas









