Kaltim
Pembangunan Apartemen Dikebut, Bertahap ASN Akan Mulai Pindah ke IKN 2024
Kaltimtoday.co - Rencana pemindahan IKN yang akan dilakukan pada 2024, proyek pembangunan IKN Nusantara masih dalam proses. Progres pembangunan secara keseluruhan mencapai 27 persen dan belum ada investor masuk.
Berita ini disampaikan langsung oleh Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja.
"Terakhir Pak Menteri melapor kepada Presiden seminggu dua minggu lalu sebelum puasa sekitar 27 persen progresnya," ungkap Endra saat ditemui di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Selasa (02/5/2023), dilansir dari Klikkaltim.com
Saat ini, pembangunan berfokus di zona 1A yang merupakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), terdiri atas sejumlah bangun mulai dari Istana Kepresidenan hingga perkantoran para menteri.
Sesuai dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah, IKN Nusantara akan ditempati mulai tahun depan. Proses pemindahan akan dilakukan secara bertahap dimulai dari 2.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan pindah.
Oleh sebab itu, pembangunan rumah susun (rusun) atau apartemen sebagai hunian untuk para ASN semakin dikebut pengerjaannya.
Di lain sisi, Jokowi mengatakan saat perayaan HUT ke-79 RI akan dilaksanakan di Istana Presiden IKN. Ia juga menambahkan jika pembangunan kawasan Istana Kepresidenan di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan ditargetkan selesai pada 2024.
"Kawasan ini merupakan kawasan Istana Kepresidenan yang saya optimis tahun depan bulan Agustus insyaallah sudah bisa dilakukan upacara di sini. Jika dilihat dari lanskap dan lainnya, saya sudah berbicara dengan perancangnya, pelaksana di lapangan, para supervisi di lapangan dan para manajer di lapangan, optimis insyaallah selesai," ungkapnya setelah meninjau pembangunan Istana Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara, pada Kamis (23/2).
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- YLBHI Desak Presiden Cabut Perpres 111/2025 dan Hentikan Persekusi Minoritas Gender
- Aliansi Perempuan Indonesia Kecam Persekusi SOGIE, Desak Evaluasi Aturan Diskriminatif
- AJI Indonesia Kecam Pengadangan Liputan di Pulau Obi dan Sikap Hotman Paris
- Sakti Gemas Didorong Jadi Pusat Layanan Digital Kaltim, Pemprov Fokus Perkuat Integrasi Data
- Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kemenkeu Batalkan Pelibatan Babinsa Awasi Pajak








