Advertorial
Periode 2021-2024, DPK Kaltim Audit Kearsipan di 19 OPD
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur telah melaksanakan audit kearsipan di 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sepanjang periode 2021 hingga 2024. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen DPK Kaltim untuk memastikan tata kelola arsip di instansi pemerintah daerah berjalan tertib dan sesuai standar.
Arsiparis Ahli Muda DPK Kaltim, Zainuddin, menjelaskan bahwa audit kearsipan adalah proses penting untuk mengevaluasi kualitas pengelolaan arsip di setiap OPD.
“Audit kearsipan ini tidak hanya mencakup pengelolaan arsip, tetapi juga menilai apakah sarana dan prasarana yang dimiliki OPD sudah memadai atau belum,” ujar Zainuddin, Senin, (9/12/2024).
Sebagai bagian dari audit, DPK Kaltim memberikan rekomendasi perbaikan sistem dan prosedur pengelolaan arsip, termasuk pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang bertanggung jawab atas kearsipan.
“Audit itu ada dua jenis, eksternal dan internal. Eksternal dilakukan oleh Arsip Nasional yang mengawasi kinerja kami, sedangkan internal adalah audit yang kami lakukan terhadap OPD di Kaltim,” tambah Zainuddin.
Meski upaya ini menunjukkan kemajuan, hasil audit mengungkapkan bahwa dari 19 OPD yang diaudit, hanya satu yang mendapatkan kategori sangat baik, sementara lima OPD berada dalam kategori baik.
DPK Kaltim terus berkomitmen memperkuat sistem administrasi pemerintahan yang lebih rapi, terstruktur, dan mudah diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengelolaan arsip yang lebih profesional dan sesuai standar nasional.
[TOS | ADV DPK KALTIM]
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen









