Internasional
Sejak Kapan Indonesia Menjalin Hubungan Diplomatik dengan Iran? Simak Sejarah dan Jejak Persia di Nusantara
Kaltimtoday.co - Di tengah memanasnya dinamika geopolitik di Timur Tengah, peran Iran sebagai aktor penting dunia kembali menjadi sorotan. Bagi Indonesia, Iran bukanlah mitra baru. Hubungan formal antara Jakarta dan Teheran telah terjalin kokoh selama lebih dari tujuh dekade, mencakup sektor energi, ekonomi, hingga kebudayaan.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran secara resmi dimulai pada tahun 1950. Kemitraan ini kian menguat pada Mei 1951, ditandai dengan penyerahan surat kepercayaan oleh duta besar pertama Iran untuk Indonesia, Abdul Ahad Yekta, kepada Presiden Soekarno.
Sejak saat itu, kedua negara membangun kemitraan strategis yang stabil. Keduanya memiliki kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional, terutama dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Kerja sama ini meluas ke berbagai forum global seperti PBB, OKI, D-8, hingga blok ekonomi BRICS.
Menariknya, interaksi antara Nusantara dan Persia sebenarnya telah berlangsung jauh sebelum hubungan kenegaraan resmi dibentuk. Jejak sejarah mencatat kehadiran bangsa Persia di wilayah Indonesia sejak masa lampau, yang dibuktikan dengan penemuan makam-makam kuno seperti:
1. Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
2. Makam Hussein Khair bin Amir Ali Astarabadi di Sumatera.
3. Makam Hussein Farsi di Jawa.
Dalam hubungan bilateral modern, kedekatan kedua negara tercermin dalam perdagangan komoditas yang saling melengkapi. Indonesia menjadi eksportir utama buah pinang ke Iran, sementara Iran memasok kurma berkualitas ke pasar Indonesia. Di sektor energi, meski saat ini menghadapi tantangan akibat tekanan sanksi internasional, Iran tetap merupakan mitra potensial bagi Indonesia sebagai salah satu produsen minyak dan gas terbesar dunia.
Posisi geografis Iran yang mengelola Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—menjadikan hubungan diplomatik ini sangat strategis bagi kepentingan ketahanan energi nasional Indonesia di masa depan.
[RWT]
Related Posts
- Nelayan yang Hilang Usai Perahu Karam di Sungai Belayan Ditemukan Meninggal
- Usung Konsep Cyber SUMO, Toyota Luncurkan New Hilux Nyaman Dipakai Jalur Off Road
- Sidang Gugatan SK TAGUPP Kaltim, 5 Anggota Ajukan Diri Jadi Tergugat Intervensi
- Di Tengah Stunting Kaltim 22,2 Persen, Kukar Sukses Capai Angka 12 Persen
- Usai NSP Dicabut, Yayasan Ibadurrahman Hanya Terima Siswa MTs dan MA, Tak Lagi Buka Santri Baru






