Kaltim

Aksi Demo di Simpang Jembatan Mahakam Samarinda, Massa Tuntut Penurunan Harga BBM dan Evaluasi MBG

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 18 Juni 2026 19:33
Aksi Demo di Simpang Jembatan Mahakam Samarinda, Massa Tuntut Penurunan Harga BBM dan Evaluasi MBG
Aksi demo di Simpang Jembatan Mahakam, para demonstran membawa keranda jenazah sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah. (Defrico/Kaltimtoday.co)

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Seruan aksi Indonesia darurat mulai menggaung di Kota Samarinda. Sejumlah demonstran memadati kawasan simpang Jembatan Mahakam untuk menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penurunan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis (18/6/2026).

Puluhan demonstran tampak membawa spanduk-spanduk protes hingga keranda jenazah sebagai simbol penolakan dan aksi protes terhadap rentetan polemik kebijakan di tingkat nasional.

Humas Aksi, Maulana Faiq Maftuh, menyampaikan terdapat lima tuntutan gabungan yang mereka bawa, mencakup isu nasional maupun regional. Pertama, mendesak penurunan harga BBM dan harga bahan pokok. Kedua, menuntut penghentian represifitas aparat serta militerisme di ruang sipil. Ketiga, mengevaluasi total program MBG dan menghapuskan koperasi merah putih.

Tuntutan keempat adalah stop pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) maupun daerah (APBD) serta mendesak penguatan nilai tukar rupiah. Sementara tuntutan terakhir adalah menyegerakan penggunaan hak angket.

"Soal harga BBM dan bahan pokok, kami menilai efek domino dan efek negatif dari harga BBM yang naik itu juga berdampak pada bahan pokok lainnya, di antaranya cabai, telur, minyak, dan sebagainya," tegas Faiq di sela-sela aksi.

Terkait program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, massa aksi menuntut adanya evaluasi menyeluruh secara mendalam. Faiq menilai, implementasi program tersebut di lapangan masih diwarnai berbagai kecacatan dan masalah krusial.

"Kami menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis sampai hari ini masih banyak kekurangan dan masih banyak kecacatan. Masih banyak sekali anak-anak di luar sana yang kemudian menerima makanan busuk dan sebagainya," lanjutnya.

Aksi demonstrasi di jalur penghubung utama tersebut dilaporkan masih terus berlangsung. Guna menjaga kondusivitas dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jembatan Mahakam, sejumlah aparat keamanan dikerahkan untuk bersiaga di lokasi sembari mengawal penyampaian aspirasi dari massa aksi.

[TOS]



Berita Lainnya