Internasional

Bajak Laut Culik 4 WNI di Perairan Gabon, Kapal Ikan IB FISH 7 Diserang Saat Operasi

Network — Kaltim Today 13 Januari 2026 08:50
Bajak Laut Culik 4 WNI di Perairan Gabon, Kapal Ikan IB FISH 7 Diserang Saat Operasi
Ilustrasi. (Pexels)

Kaltimtoday.co - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban penculikan setelah kapal ikan yang mereka tumpangi diserang kelompok bersenjata di perairan Gabon, Afrika Tengah, Senin (12/1/2026).

Serangan tersebut menimpa kapal penangkap ikan berbendera Gabon bernama IB FISH 7. Kapal itu disergap saat sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan sekitar tujuh mil laut di tenggara wilayah Equata.

Kepala Staf Angkatan Laut Gabon, Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, menjelaskan bahwa serangan dilakukan oleh sekelompok pria bersenjata yang datang menggunakan perahu kecil dan langsung menguasai kapal.

“IB FISH 7 diserang bajak laut ketika sedang beroperasi di perairan tenggara Equata,” kata Meyong dalam keterangan yang disiarkan televisi nasional Gabon.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Gabon, disebutkan bahwa pelaku berjumlah tiga orang. Mereka membawa kabur sembilan awak kapal, terdiri dari lima warga negara China dan empat warga negara Indonesia.

Setelah pembajakan terjadi, aparat keamanan Gabon bergerak cepat melakukan penyisiran. Kapal IB FISH 7 akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan. Kapal tersebut kemudian dikawal oleh pasukan keamanan laut hingga tiba dengan selamat di pelabuhan utama ibu kota Gabon.

“Situasi sudah berada dalam kendali otoritas negara dan semua langkah yang diperlukan telah dilakukan untuk menjaga keamanan di wilayah perairan,” ujar Meyong.

Pemerintah Gabon juga memastikan bahwa pengamanan laut kini diperketat untuk mencegah serangan serupa. Aktivitas bajak laut di kawasan Afrika Tengah masih menjadi ancaman serius, khususnya bagi kapal-kapal perikanan dan niaga yang melintas di wilayah tersebut.

Di sisi lain, kejaksaan Gabon telah membuka penyelidikan resmi atas kasus penculikan ini. Proses hukum difokuskan pada penelusuran identitas pelaku, motif kejahatan, serta dugaan keterlibatan jaringan lintas negara.

Hingga saat ini, belum ada informasi terbaru mengenai kondisi para sandera, termasuk empat WNI yang diculik. 

[RWT] 



Berita Lainnya