Nasional

Banjir Bandang di Sulawesi Utara Tewaskan Sedikitnya 16 Orang dan Hanyutkan Rumah Warga

Kaltim Today
06 Januari 2026 21:08
Banjir Bandang di Sulawesi Utara Tewaskan Sedikitnya 16 Orang dan Hanyutkan Rumah Warga
Tim penyelamat dan warga mencari korban setelah banjir bandang melanda kabupaten Sitaro di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. (BASARNAS via AP)

MANADO, Kaltimtoday.co - Banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat menewaskan sedikitnya 16 orang di Sulawesi Utara, Selasa (6/1/2026).

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, hujan monsun selama berhari-hari menyebabkan sungai meluap pada Senin (5/1/2026) dini hari. Hujan deras ini memicu arus air deras bercampur lumpur, bebatuan, dan puing-puing yang menghanyutkan warga serta menenggelamkan desa-desa di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). .

Personel penyelamat darurat yang didukung oleh polisi dan TNI dikerahkan ke empat desa yang terdampak parah di Siau, sebuah pulau kecil sekitar 130 kilometer dari ujung utara Sulawesi. Di beberapa lokasi, akses terhambat oleh kerusakan jalan dan gangguan komunikasi.

BNPB mencatat, sedikitnya tujuh rumah hanyut dan lebih dari 140 rumah rusak saat banjir menerjang lereng bukit. Bencana ini memaksa lebih dari 680 penduduk mengungsi ke tempat penampungan sementara di gereja-gereja dan gedung publik.

Seiring membaiknya cuaca dan surutnya air pada Selasa, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 16 jenazah dan masih mencari tiga warga lainnya yang hilang di area permukiman yang sempat terendam banjir. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Nuriadin Gumeleng, juru bicara kantor pencarian dan pertolongan (SAR) Sulawesi Utara.

Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak Senin untuk mempercepat penyaluran bantuan, evakuasi, dan perbaikan infrastruktur. Tercatat 25 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini.

"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada karena curah hujan lebih lanjut dapat meningkatkan risiko banjir susulan atau tanah longsor," ujar Kalangit, seraya menambahkan bahwa alat berat dan bantuan logistik telah dikirim oleh pemerintah provinsi.

Banjir katastrofik dan tanah lonsor ini terjadi di tengah rentetan bencana alam di Indonesia. Pada Desember lalu, bencana serupa melanda 52 kota dan kabupaten di Sumatra, pulau terbesar di Indonesia. BNPB mencatat hingga Selasa ini,bencana di Sumatra tersebut telah menyebabkan 1.178 orang meninggal dunia, lebih dari 7.000 luka-luka, dan 148 warga masih dinyatakan hilang.

[TOS | AP]



Berita Lainnya