Nasional
Baru 41,3 Persen Pekerja di Kalimantan Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Literasi Program Terus Ditingkatkan
BANJARMASIN, Kaltimtoday.co - Cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kalimantan tercatat masih rendah. Hingga Februari 2026, BPJS Ketenagakerjaan melaporkan baru 41,30 persen pekerja di seluruh Kalimantan yang terdaftar dalam program perlindungan negara tersebut.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Kalimantan, Adi Hendratta, mengungkapkan bahwa meskipun masyarakat secara umum sudah mengenal nama BPJS Ketenagakerjaan, tingkat pemahaman (awareness) terhadap manfaat program masih perlu diperkuat melalui literasi yang masif.
“Masyarakat di Kalimantan sudah tahu keberadaan BPJS Ketenagakerjaan, namun pemahaman sistem dan manfaatnya yang perlu ditingkatkan. Literasi ini berdampak langsung pada tingkat kepesertaan kita yang baru menyentuh 41,30 persen,” ujar Adi dalam temu media di Fugo Hotel Banjarmasin, Senin (2/2/2026).
Selain masalah literasi, Adi juga menyoroti tingkat kepatuhan (compliance) pemberi kerja atau badan usaha. Masih ditemukan perusahaan yang belum mendaftarkan seluruh karyawannya ke dalam program jaminan sosial.
"Pemberi kerja yang belum mendaftarkan pekerjanya agar segera melapor. Hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan coverage jaminan sosial di wilayah kita," tegasnya.
Untuk mengejar target kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan media massa. Menurut Adi, BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat bekerja sendiri dalam memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, terlindungi.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Cabang Balikpapan BPJS Ketenagakerjaan, Budi Wahyudi, menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan aktif ke berbagai sektor, mulai dari konstruksi, jasa, hingga UMKM.
“Perlindungan jaminan sosial bukan sekadar kewajiban administratif perusahaan, melainkan tanggung jawab moral. Ketika pekerja terlindungi, produktivitas dan keberlangsungan usaha juga akan lebih terjamin,” kata Budi.
BPJS Ketenagakerjaan optimistis melalui sinergi lintas sektor, angka cakupan kepesertaan di Kalimantan akan terus meningkat, sehingga mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja dalam menjalankan aktivitas profesinya.
[TOS]
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- Kejati Kaltim Tahan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pertambangan CV ABI
- HPKR Samarinda Soroti Lambannya Perizinan Reklame, Kendala Utama Disebut Ada di Aspek Teknis







