Daerah

Baru Rampung, Tiang Driving Range Golf Rp 60 Miliar di Samarinda Nyaris Roboh

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 04 Maret 2026 14:13
Baru Rampung, Tiang Driving Range Golf Rp 60 Miliar di Samarinda Nyaris Roboh
Kondisi salah satu tiang penyangga jaring di driving range golf Kompleks Stadion Segiri kini dirobohkan total. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Fasilitas olahraga prestisius di Samarinda kembali menjadi sorotan publik setelah salah satu tiang penyangga jaring setinggi 40 meter di Driving Range Golf kawasan Stadion Segiri dilaporkan miring hingga nyaris roboh pada Jumat (27/2/2026) lalu.  

Padahal, proyek mercusuar ini diketahui menelan anggaran fantastis yang diperkirakan mencapai Rp60 miliar, lengkap dengan integrasi sistem digital mutakhir yang didatangkan langsung dari Korea Selatan. 

Insiden ini memicu pertanyaan besar mengenai kualitas konstruksi fisik yang baru saja rampung pada akhir tahun 2025 tersebut, mengingat fasilitas ini diproyeksikan menjadi driving range golf digital pertama di Kalimantan.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Samarinda yang langsung melakukan tinjauan ke lapangan untuk memastikan keamanan struktur bangunan. Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan keheranannya terhadap kerusakan yang terjadi pada bangunan yang usianya bahkan belum genap satu tahun. 

"Tadi kita mempertanyakan kok bisa roboh, padahal kan umurnya belum setahun, istilahnya itu baru saja dibangun, kenapa bisa terjadi," tegas Deni. 

Ia menyoroti dugaan lemahnya fondasi yang dibangun di atas lahan bekas rawa yang belum stabil sepenuhnya, sehingga mengakibatkan struktur tiang tidak seragam kekuatannya. Deni mendesak agar aspek keamanan diprioritaskan sebelum fasilitas dibuka untuk umum agar tidak membahayakan masyarakat dan membuang anggaran daerah yang besar.

Menanggapi polemik tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda memberikan klarifikasi terkait pembiayaan perbaikan struktur yang terdampak. Sekretaris DPUPR Samarinda, Hendra Kusuma, menegaskan bahwa kerusakan teknis ini tidak akan menguras kas daerah karena proyek masih berada dalam tanggung jawab penyedia jasa sepenuhnya. 

"Seharusnya tidak cuma diperbaiki saja, tapi dicari kenapa bisa kejadian seperti itu. Jangan sampai nanti diperbaiki, kejadian lagi karena tidak ketemu sebabnya. Masih tanggung jawab penyedia selama masa pemeliharaan enam bulan ke depan," ujar Hendra Kusuma.

Dari sisi teknis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan driving range, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa tindakan penurunan tiang tersebut merupakan langkah antisipatif untuk menghindari keruntuhan total yang lebih berisiko. 

Berdasarkan observasi awal, tim teknis mendeteksi adanya pergerakan pada beton penyangga bagian bawah yang dikerjakan pada tahun 2024 akibat kondisi tanah yang lembek. 

"Itu pekerjaan tahun 2024 namun secara umum kami menduga ada kelabilan dari struktur tanah itu, makanya sebelum dia runtuh, ketika agak miring makanya kita turunkan duluan sampai ke lapisan dasar bawah untuk kita lakukan repair ulang," ungkap Hendra Irawa.

Proses perbaikan saat ini sedang difokuskan pada penguatan lapisan dasar atau pemancangan ulang sebelum tiang raksasa tersebut didirikan kembali ke posisi semula. Pihak PUPR menargetkan proses pemulihan struktur ini dapat selesai dalam waktu singkat agar operasional tidak tertunda terlalu lama. 

"Itu diperbaiki dari bawah kembali, baru dipasang lagi tiangnya seperti semula. Kemungkinan seminggu ke depan," tambah Hendra Irawan. 

Terkait jadwal pembukaan resmi bagi masyarakat, ia menyatakan bahwa keputusan tersebut kini berada di tangan Sekretariat Daerah.

"Itu haknya sekretaris daerah, sudah kami serahkan ke sana, mereka yang akan mempersiapkan," tutupnya singkat.

[RWT] 



Berita Lainnya