Advertorial
Berau Jadi Penyangga IKN, Segala Sektor Perlu Dibenahi dengan Pengelolaan Secara Modern
Kaltimtoday.co, Berau - Kabupaten Berau, dengan berbagai sektor unggulannya, menjadi sorotan anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman. Menurutnya, potensi sumber daya alam yang melimpah di Berau harus dikembangkan secara optimal untuk mendukung daerah dan mempersiapkan Berau sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa depan.
Setiap kampung di Berau kini memiliki sentra pangan masing-masing. Contohnya, Buyung Buyung dan Semurut yang menjadi penyumbang padi terbesar di kabupaten ini. Di Kecamatan Talisayan, Segah, dan Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, terdapat lahan sawit terluas. Sementara itu, ekonomi biru difokuskan untuk berkembang di Maratua. Bagi kecamatan terdekat, pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) menjadi fokus utama.
"Semua sektor perlu mendapatkan dukungan untuk perkembangannya," ucap politisi PKS itu.
Dalam hal ini pula, Sakirman menyayangkan apabila sebagian besar sektor masih dikelola secara tradisional. Maka kata dia, dukungan terkait teknologi perlu diperhatikan, sehingga menghasilkan produk yang modern dan tepat guna.
Serta dalam hal pemasaran, Sakirman berharap, perlu edukasi mengenai bisnis digital. Sehingga pemasaran dapat lebih modern dengan cakupan pasar yang lebih luas.
"Saya yakin dengan menerapkan digitalisasi pemasaran dapat meningkatkan hasil produksi dalam menambah kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat," tandasnya.
[MGN | RWT | ADV DPRD BERAU]
Simak berita dan artikel Kaltim Today lainnya di Google News, dan ikuti terus berita terhangat kami via Whatsapp
Related Posts
- Karang Taruna Didorong Jadi Pusat Inkubasi Bisnis, Penggerak UMKM dan Mitra Strategis Pemerintah
- Otorita IKN Gandeng Aparat Tindak Tegas Tambang Batu Bara Ilegal di Tahura Bukit Soeharto
- Bank Indonesia Dorong UMKM Halal Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Kaltim
- Mengenal Konstruksi Industri, Inovasi Fabrikasi untuk Infrastruktur Nasional
- Otorita IKN dan BI Gelar Pelatihan Ecoprint, Targetkan Nol Kemiskinan di Nusantara pada 2028









