Green Zetizen
Hadirkan 1.600 Peserta, Diseminasi BINTANG ITK Dorong Literasi Teknologi Baterai Biomassa
BALIKPAPAN - Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggelar Diseminasi BINTANG (Biomassa untuk Inovasi Baterai Berkelanjutan bagi Generasi Mendatang) yang melibatkan sekitar 1.600 peserta pada 1–8 September 2026.
Kegiatan yang didanai oleh Kemendiktisaintek melalui Program Semesta In-Saintek Tahun 2026 ini bertujuan mendorong edukasi, kolaborasi, dan diseminasi riset baterai berbasis limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) kepada masyarakat.
Rangkaian acara ini dikemas dalam tiga agenda utama, yakni BINTANG School Roadshow, BINTANG Discovery Day, dan BINTANG Innovation Expo, yang dirancang untuk membawa inovasi sains lebih dekat ke publik.
Melalui BINTANG School Roadshow, edukasi sains interaktif disalurkan kepada 600 siswa dari tiga SD dan tiga SMP di Kota Balikpapan. Sesi untuk jenjang SD diisi dengan dongeng BILO (Baterai Inovasi Limbah Organik), permainan edukatif, serta demonstrasi perakitan baterai sederhana. Sementara bagi siswa SMP, materi difokuskan pada pengenalan proses riset energi terbarukan dan praktik perakitan baterai.
Puncak kegiatan berlangsung dalam BINTANG Discovery Day di Gedung Laboratorium Terpadu 1 ITK pada 8 September 2026, yang dihadiri 1.000 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, pemerintah daerah, lembaga riset, hingga pelaku industri.
Dalam forum tersebut, Ketua Pusat Riset Elektrokimia ITK, Dr. Eng. Yunita Triana, M.Si., memperkenalkan perjalanan riset pemanfaatan limbah TKKS sebagai material penyusun baterai hingga menjadi bentuk prototipe.
"Pengembangan riset ini memanfaatkan potensi limbah lokal menjadi material baterai yang ramah lingkungan," ujar Yunita.
Momentum ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara ITK bersama 13 mitra strategis. Kemitraan tersebut melibatkan Yayasan Mitra Hijau, Badan Riset Daerah (BRIDA) Kaltim, Bapedalitbang Balikpapan, Bapedalitbang Paser, serta sejumlah sekolah mitra di Balikpapan guna memperkuat ekosistem riset dan hilirisasi.
Kepala BRIDA Kaltim, Dr. M. Ir. H. Fitriansyah, S.T., M.M., mengapresiasi langkah ITK dalam membangun kolaborasi lintas sektor tersebut.
"Riset dan inovasi merupakan solusi nyata dalam memanfaatkan potensi daerah agar dapat dikembangkan secara berkelanjutan," kata Fitriansyah saat menyampaikan materi.
Sesi edukasi juga diisi oleh Dicky Edwin Hindarto yang memaparkan potensi limbah biomassa Kaltim sebagai sumber energi terbarukan, serta Sujono Cipto Trisno, M.Pd., yang membawakan materi mengenai alur hilirisasi inovasi baterai biomassa dari laboratorium hingga ke masyarakat.
Peserta BINTANG Discovery Day turut mendapatkan pengalaman langsung melalui Lokakarya Eksperimen Pembuatan Baterai Ramah Lingkungan. Peserta diajak merangkai prototipe baterai pouch cell dan coin cell dengan bimbingan tim peneliti Pusat Riset Elektrokimia ITK, Winardi Dian Wahyu Pratama, S.T., dan M. Bintang Adiputra, S.T.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan BINTANG Innovation Expo yang memamerkan sekitar 30 produk inovasi di bidang energi, termasuk teknologi baterai berbasis limbah TKKS. Pameran ini juga menampilkan hasil riset pusat unggulan ITK, produk hilirisasi UMKM mitra, demonstrasi teknologi, hingga talk show.
Melalui program ini, pihak ITK berharap hasil penelitian tidak berhenti pada tahap publikasi ilmiah, tetapi dapat dikembangkan secara komersial dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta industri energi hijau di Indonesia.
[TOS]
Related Posts
- Mahasiswa ITK Merasa “Diprank” Program Gratispol, Wagub Kaltim Seno Aji Janji Tindak Lanjut
- ITK Balikpapan Buka Suara Soal Pembatalan Gratispol Mahasiswa Kelas Eksekutif
- Tingkatan Sektor Pendidikan dan Penelitian, Pemkab Mahulu Tanda Tangani MoU dengan ITK
- Pemprov Kaltim Tekankan Daerah untuk Lakukan Inovasi di Raperda Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
- Puguh Harjanto Tegaskan Pentingnya Inovasi Layanan Publik terhadap Peningkatan Hasil Survey IKM









