Kaltim

Jelang Iduladha 1447 H, BBKHIT Perketat Pengawasan Hewan Kurban Masuk Kaltim

Kaltim Today
25 Mei 2026 09:26
Jelang Iduladha 1447 H, BBKHIT Perketat Pengawasan Hewan Kurban Masuk Kaltim
Ilustrasi hewan qurban.

SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pengawasan terhadap pengiriman hewan kurban yang masuk ke wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) resmi diperketat. Langkah intervensi ini dilakukan guna memastikan seluruh komoditas ternak yang beredar dalam kondisi sehat, layak, serta bebas dari risiko penyakit menular.

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur telah mengerahkan personel di sejumlah pintu masuk resmi. Para petugas mengemban mandat untuk melakukan penapisan menyeluruh, baik dari segi kelengkapan administrasi maupun kondisi fisik hewan ternak yang didatangkan dari luar pulau.

Kepala BBKHIT Kalimantan Timur, Arum Kusnila Dewi, menjelaskan bahwa personel karantina disiagakan penuh pada sejumlah titik strategis yang menjadi jalur utama logistik. Beberapa di antaranya meliputi Pelabuhan Sungai Samarinda, Pelabuhan Semayang Balikpapan, serta Pelabuhan Kariangau.

"Kami menyiagakan petugas secara penuh pada beberapa titik pintu masuk resmi untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap administrasi serta fisik hewan kurban," kata Arum Kusnila Dewi di Samarinda, Sabtu (23/5/2026).

Selain optimalisasi pengawasan di lapangan, BBKHIT Kaltim juga telah menyiagakan sarana pendukung penunjang biosafety. Pihaknya menyediakan fasilitas kandang isolasi khusus di wilayah Kariangau dan Samarinda, serta memaksimalkan laboratorium pengujian untuk mendukung akurasi proses diagnosis kesehatan hewan.

Sejauh ini, struktur pasar Kaltim tercatat masih menerima pasokan hewan ternak dalam volume besar dari sejumlah daerah produsen, khususnya dari wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Mengingat tingginya ketergantungan pasokan tersebut, penguatan baris pengawasan mutlak diperlukan agar seluruh komoditas yang masuk memenuhi standar kelayakan.

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Karantina Hewan BBKHIT Kaltim, Endang Sri Pertiwi, memberikan penekanan khusus pada pentingnya pemetaan di seluruh pintu masuk guna memutus potensi penyelundupan ternak lewat jalur tikus atau tidak resmi. Hewan ternak yang masuk melalui jalur ilegal dinilai sangat berisiko karena luput dari pemantauan berkala dan tidak mengantongi jaminan bebas penyakit dari otoritas karantina.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli hewan kurban di lokasi penjualan yang telah terdaftar dan berada dalam pengawasan pemerintah daerah agar aspek kesehatan dan keamanannya lebih terjamin,” ujar Endang.

Ia menambahkan, pengetatan pengiriman ini menjadi instrumen krusial dalam mitigasi dan pencegahan wabah penyakit hewan menular strategis. Langkah antisipatif ini dinilai vital karena berdampak langsung pada jaminan kesehatan masyarakat (public health) sekaligus menjaga stabilitas roda ekonomi para peternak lokal di Bumi Etam.

[TOS]



Berita Lainnya