Advertorial
Loa Ipuh Bangun Ekosistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Lewat Kolaborasi
Kaltimtoday.co, Tenggarong - Upaya Kelurahan Loa Ipuh dalam mengelola sampah tidak berhenti pada kegiatan Bank Sampah saja. Pemerintah kelurahan kini memperkuat sinergi dengan sektor swasta dan komunitas lingkungan untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus berdaya ekonomi. Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa ditangani sendirian, tetapi harus menjadi gerakan bersama.
“Kami ingin membentuk ekosistem pengelolaan sampah yang solid. Pemerintah kelurahan, swasta, dan masyarakat harus berjalan seiring agar sistem ini bertahan lama,” jelasnya.
Melalui kerja sama tersebut, hasil pilahan sampah dari warga akan dihubungkan langsung ke pihak daur ulang atau industri pengolahan, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Selain itu, sejumlah komunitas juga dilibatkan dalam edukasi dan pengumpulan sampah di lingkungan sekitar.
Erri menjelaskan, pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga mengurangi beban ekonomi masyarakat. Dengan sistem yang teratur, sampah bisa menjadi sumber penghasilan, bukan lagi beban sosial.
“Kalau sistem ini berjalan baik, Loa Ipuh bisa menjadi contoh kelurahan yang sukses menggabungkan kepedulian lingkungan dengan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
[TOS | ADV DISKOMINFO KUKAR]
Related Posts
- Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Perkuat Ekosistem Bank Sampah Lewat FORSEPSI 2026
- Polda Kaltim Distribusikan 1.500 Liter Cairan Kimia Berbahan Sawit Olahan Unmul untuk Padamkan Karhutla
- Gedung Pandurata RSUD AWS Dikebut, PUPR Kaltim Targetkan Rampung Desember 2026
- Kemenaker Targetkan Pembahasan UMP 2027 Tuntas Akhir November 2026
- Tren Karhutla Mulai Turun, BPBD Kaltim Sebut Kabut Asap Masih Ganggu Aktivitas Warga Kaltim









