Daerah
Pemkot Samarinda Targetkan Digitalisasi Transaksi di Pasar Ramadan GOR Segiri
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Pemkot Samarinda menargetkan gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 di kawasan GOR Segiri sebagai momentum untuk membiasakan masyarakat beralih ke sistem pembayaran digital atau QRIS.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis mempercepat adopsi teknologi finansial sekaligus meningkatkan transparansi transaksi di ruang publik. Agenda tahunan yang berlangsung mulai 18 Februari hingga 14 Maret 2026 ini melibatkan sedikitnya 150 peserta.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin, merincikan peserta terdiri dari 100 pelaku usaha kuliner dan 50 stan promosi. Sebagian besar pedagang telah difasilitasi pembayaran non-tunai melalui kerja sama dengan sektor perbankan.
"Wisata belanja ini memang senantiasa dilakukan setiap tahun. Tujuannya untuk memberi kesempatan pengusaha Samarinda agar bisa menjadi bagian dari peningkatan ekonomi di Kota Samarinda," ujar Muslimin di Samarinda, Jumat (20/2/2026).
Muslimin menekankan bahwa wadah ini harus mampu menjadi stimulus bagi pendapatan pedagang kecil di tengah antusiasme warga mencari menu berbuka puasa. Ia berharap pelaku UKM dapat meningkatkan omzet mereka selama kegiatan berlangsung.
Terkait misi digitalisasi, Muslimin menegaskan pemerintah tetap menggunakan pendekatan adaptif. Meskipun transaksi tunai masih dilayani, edukasi mengenai keunggulan pembayaran non-tunai terus dilakukan secara masif kepada para pedagang.
"Ini kami dorong pelan-pelan. Harapannya pedagang makin terbiasa dan ke depan bisa sepenuhnya memanfaatkan transaksi digital," tegas Muslimin.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mempertegas komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan transaksi digital sebagai budaya baru. Ia menilai perputaran uang yang cepat di Pasar Ramadan sangat cocok menggunakan QRIS untuk mempermudah proses pembayaran.
Menurut Andi Harun, penggunaan QRIS juga berfungsi memitigasi risiko peredaran uang palsu serta kesalahan penghitungan manual. Namun, ia mengakui bahwa mengubah perilaku masyarakat dari uang fisik ke digital memerlukan waktu.
"Makanya beberapa tahun terakhir kita berlatih menggunakan QRIS atau pembayaran non-tunai. Memang tidak mudah, karena itu kita lakukan bertahap," ungkap Andi Harun.
Andi Harun optimistis konsistensi dalam berbagai kegiatan publik akan mempercepat proses transisi tersebut. Baginya, transformasi digital adalah adaptasi wajib terhadap perkembangan zaman yang tidak bisa dihindari oleh pelaku usaha maupun konsumen.
"Kalau konsisten diterapkan di berbagai kegiatan, lama-lama akan menjadi budaya baru," tuturnya.
Selain fokus pada digitalisasi, Andi Harun menyoroti aspek historis GOR Segiri yang telah menjadi ikon Ramadan bagi warga Samarinda. Ia memastikan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas melalui penataan lapak yang lebih rapi meski kawasan tersebut masih dalam tahap renovasi.
"Setiap tahun Samarinda selalu punya Pasar Ramadan di tempat ini. Bisa dibilang, Ramadan tanpa Pasar Ramadan di GOR Segiri rasanya belum lengkap," pungkas Andi Harun.
[TOS]
Related Posts
- Kas Daerah Seret, Utang Rp400 Miliar Pemkot Samarinda Dibayar Bertahap
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis
- Tiga Hari Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Ditemukan Tewas
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil









