Daerah
Satu dari Tiga Hakim PN Tanjung Redeb yang Diduga Menerima Suap Rp 1,5 Miliar Dinyatakan Tidak Terbukti
Kaltimtoday.co, Berau - Dugaan pelanggaran kode etik terhadap tiga hakim di Pengadilan Negeri Tanjung Redeb masih bergulir. Terakhir, keputusan terhadap pemeriksaan dari Badan Pengawas Kejaksaan Agung kepada para oknum hakim telah diterima.
Juru bicara PN Tanjung Redeb, Agung Dwi Prabowo menyebut, satu dari tiga hakim dinyatakan tidak bersalah. Hakim yang dinyatakan tidak bersalah itu berinisial LS.
LS disebut sebagai salah satu dari tiga terlapor dalam perkara dugaan suap sebesar Rp 1,5 Miliar untuk memenangkan putusan dalam sengketa harta warisan.
"Berdasarkan surat keterangan nomor 3022/BP/KP.8.1/VII/2025 yang ditandatangani Plt Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung (MA) RI, Sugiyanto mengatakan, LS selaku Wakil Ketua PN Tanjung Redeb tidak terbukti menerima suap," ujar Jubir PN Tanjung Redeb tersebut, dijumpai, Senin (25/8/2025).
Karena yang LS tidak terbukti, dengan adanya surat keterangan tersebut juga, maka secara otomatis LS terbebas dari berbagai tuduhan.
"Oleh karena itu, yang bersangkutan dipulihkan nama baiknya," lanjutnya.
Untuk proses lanjutan terhadap dua hakim lainnya, pihak Pengadilan Negeri Tanjung Redeb masih menunggu hasil penyelidikan dari kejaksaan agung. Sebab, Agung menjelaskan, hingga saat ini hanya surat keterangan hasil pemeriksaan LS saja yang masuk ke PN Tanjung Redeb.
"Kami hanya diberikan mandat untuk menyampaikan hasil pemeriksaan bawas terhadap LS. Karena baru itu surat yang kami terima. Kalau terkait terlapor yang lain, itu kami belum menerima," pungkasnya.
[MGN | RWT]
Related Posts
- Mediasi Sengketa Informasi Muara Tae Bergulir, Pemerintah Kampung Tegaskan APBKam Terbuka
- Babak Baru Dugaan Suap Hakim di PN Tanjung Redeb, Pelapor Dilaporkan Balik Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Berau
- Sekretaris Komisi I DPRD Berau Soroti Sengketa Tanah Warga, Minta BPN dan Dinas Pertanahan Bertindak
- Bawas MA Putuskan Tiga Hakim PN Tanjung Redeb Tak Terbukti Terima Suap
- Dua Desa di Kutim Akhiri Sengketa Plasma Sawit, Pembayaran Hasil Panen Dijadwalkan 18 Agustus









