Advertorial
Tingkatkan Penjualan, Dispar Kaltim Minta Pelaku Ekraf Kerajinan Tangan Lebih Perhatikan Kemasan Produk
Kaltimtoday.co, Samarinda - Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim) meminta para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor kerajinan tangan agar lebih memperhatikan kemasan produk sebelum dipasarkan.
"Saya minta kepala pelaku ekraf kerajinan tangan, lebih memperhatikan kemasan produknya masing-masing," kata Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, Awang Khalik pada Rabu (18/10/2023).
Awang menilai, kemasan produk merupakan salah satu aspek penting dalam menjual sesuatu, seperti tas, lukisan, batik, pernak-pernik, dan lain-lain.
"Para pengrajin harus bisa memikirkan kemasan yang menarik, agar pembeli merasa senang dan tertarik untuk membelinya lagi nantinya," tuturnya.
Dengan pusat perbelanjaan kerajinan tangan terkemuka seperti Citra Niaga di Samarinda, yang menawarkan beragam hiasan khas Kalimantan, perhatian terhadap kemasan menjadi semakin krusial. Awang menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pedagang di Citra Niaga, khususnya terkait ketersediaan bahan baku dan fluktuasi harga.
"Salah satu permasalahannya biasanya ada di bahan baku, apalagi kalau belinya di luar daerah. Mereka akan kesusahan jika harga bahan baku naik, otomatis berdampak ke penjualannya," imbuhnya.
Namun, beberapa pedagang di Citra Niaga telah menemukan solusi dengan memperoleh bahan baku lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah.
Dispar Kaltim juga beberapa kali telah mengadakan sosialisasi tentang digital marketing, kemasan produk, untuk mengembangkan pelaku ekraf di Kalimantan Timur.
"Harapannya, kami akan terus memberikan fasilitas untuk mereka, terkait konsultasi pengembangan bisnisnya, agar mereka bisa meningkatkan kompetensinya sebagai pelaku ekraf," tutupnya.
[RWT | ADV DISPAR KALTIM]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Modus Dalami Ilmu Agama, Pimpinan Ponpes di Tenggarong Seberang Diduga Cabuli 11 Santriwati Sejak 2021-2024
- Jangan Patah Semangat! Ini 5 Jalur Mandiri PTN Favorit yang Masih Buka Pendaftaran Juni 2026
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC









