Daerah

Wali Kota Samarinda Rombak Jabatan Eselon II, Sejumlah Kepala OPD Samarinda Bergeser Posisi

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 28 Februari 2026 18:27
Wali Kota Samarinda Rombak Jabatan Eselon II, Sejumlah Kepala OPD Samarinda Bergeser Posisi
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun resmi merombak jajaran pejabat pimpinan tinggi (JPT) pratama di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda pada Jumat (27/2/2026). 

Adapun upaya rotasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyegarkan organisasi sekaligus mengimplementasikan sistem manajemen baru di lingkungan birokrasi daerah. 

Andi Harun menegaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan instrumen penting untuk menjaga performa pemerintahan tetap optimal.

"Kita sudah mulai dan terus berusaha untuk menjalankan sistem manajemen baru di lingkungan mutasi dan promosi di lingkungan pemerintah daerah, termasuk dalam rangka penyegaran organisasi,” ujar Andi Harun. 

Dalam pergeseran kali ini, sejumlah nama strategis berpindah posisi, di antaranya Ananta yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) selama tujuh tahun, kini dipercaya menakhodai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Penyegaran juga menyasar Desy Damayanti yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Ia kini dipindahkan untuk memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). 

Andi Harun menilai masa tugas pejabat tersebut di instansi sebelumnya sudah cukup lama sehingga diperlukan suasana pengabdian yang baru. "Agar yang bersangkutan juga memiliki lapangan baru dalam proses pengabdian sebagai pejabat ASN, kita geser ke PTSP," ungkapnya.

Selain rotasi jabatan, wali kota juga menyoroti banyaknya posisi eselon dua yang saat ini masih lowong, termasuk kursi Asisten I, staf ahli, dan beberapa kepala dinas. 

Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkot Samarinda berencana menggunakan mekanisme shelter atau lelang jabatan terbuka dalam waktu dekat. 

"Karena saya perlu menyampaikan, di lingkungan pemerintah masih banyak yang kosong. Ada Asisten I, ada satu staf ahli, ada beberapa kepala dinas yang kosong. Ini kemungkinan kita akan pakai mekanisme shelter," jelas Andi Harun.

Fokus perhatian ke depan juga tertuju pada jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang masa tugasnya akan berakhir pada akhir Maret mendatang. Andi Harun menargetkan pada 1 April 2026, Samarinda sudah memiliki Sekda baru melalui proses lelang jabatan. 

"Termasuk nanti bulan depan ini Sekda akan kita shelter karena beliau masa tugasnya di akhir Maret. Berarti 1 April harusnya sudah Sekda baru,” tegasnya. Jika hingga batas waktu tersebut pejabat definitif belum terpilih, ia memastikan akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) agar roda organisasi tetap berjalan.

Secara keseluruhan, Andi Harun memastikan bahwa setiap pergeseran posisi dilakukan dengan prinsip profesionalisme. Ia menekankan bahwa penerapan sistem merit menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan mutasi yang ia ambil. 

"Jadi ini biasa dalam rangka penyegaran organisasi, tapi penyegaran itu kita lakukan secara merit agar organisasi yang dipimpinnya itu bisa menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan publik," tutupnya.

Selain nama-nama di atas, pelantikan ini juga menetapkan Agus Tri Susanto, yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD, sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.

[RWT] 



Berita Lainnya