Advertorial
160 Tenaga Pengajar Bakal Pensiun, Berau Terancam Defisit Guru pada 2024
Kaltimtoday.co, Berau - Kabupaten Berau terancam mengalami defisit tenaga pengajar atau guru pada 2024 mendatang. Pasalnya, banyak tenaga pengajar atau guru yang akan segera pensiun. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, Senin (10/4/2023).
Dia menjelaskan, hal tersebut menjadi perhatian sebab pemda akan kehilangan tenaga pengajar kurang lebih sebanyak 160 guru. Pasalnya, guru-guru tersebut telah memasuki masa pensiun namun hingga sekarang belum ada tenaga pengganti.
"Memang tidak secara serentak, namun jika ditotalkan itu kurang lebih ada 160 guru yang memasuki masa pensiun," katanya.
Dia mengatakan bahwa, akan melakukan evaluasi dan pengawasan terkait proses permintaan solusi Dinas Pendidikan Berau kepada Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) yang belum memperlihatkan solusi hingga saat ini.
“Kami akan terus memantau usaha yang dilakukan Disdik dan akan kami tindak lanjuti," ucapnya.
Dia pun menegaskan, terkait hal ini, pemda akan mencarikan solusi agar jangan sampai hal tersebut nantinya menghambat sistem mengajar di sekolah.
“Kami pasti carikan solusi. Sebab, dunia pendidikan di Berau sendiri merupakan salah satu program prioritas pemda," tandasnya.
[RWT | ADV PEMKAB BERAU]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Usia Pensiun Tak Seragam, Disdikbud Bontang Ingatkan Hak Guru Harus Dilindungi
- Hadapi Perkembangan Zaman, Saparuddin Minta Guru Maksimalkan Digitalisasi Pendidikan
- Kawal Revisi UU Sisdiknas di DPR, FKDSI Soroti Isu Kesejahteraan dan Beasiswa Dosen
- FKDSI Desak Pemerintah Berikan Kepastian Bantuan Studi Dosen S3 Skema On-Going
- Kawal RUU Sisdiknas, Hetifah Dorong Kesejahteraan dan Pemerataan Distribusi Guru hingga Wilayah 3T di Kaltim









