Nasional
Atasi Karhutla, Dino Patti Djalal Sebut Teknologi Lacak Api Presisi 1 Meter Ada di Istana
Kaltimtoday.co - Mantan diplomat sekaligus eks Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengungkap keberadaan teknologi canggih di lingkungan Istana Kepresidenan yang dinilai sangat efektif untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai penjuru tanah air. Sistem pemantauan tersebut diklaim memiliki kemampuan deteksi titik panas (hotspot) secara real-time hingga presisi tingkat pohon dengan tingkat akurasi mencapai satu meter.
Teknologi tersebut pernah beroperasi di sebuah ruangan khusus di Istana saat dirinya masih bertugas. Keunggulan utama sistem ini tidak sekadar membaca anomali suhu permukaan, melainkan langsung menyinkronkan koordinat api dengan peta konsesi perkebunan kelapa sawit yang telah terintegrasi secara digital.
"Tahukah Anda, waktu saya bekerja di istana ada teknologi di suatu ruangan khusus di mana jika ada kebakaran hutan di mana pun di Indonesia maka melalui teknologi ini kita akan tahu di mana hotspot-nya persis sampai titik pohon yang terbakar dengan akurasi satu meter. Lebih penting lagi, kita bisa mengetahui titik kebakaran itu terjadi di lahan perusahaan mana karena semua wilayah operasi perusahaan kelapa sawit waktu itu sudah dipetakan dengan sangat akurat," kata Dino melalui akun media sosial pribadinya, Selasa (15/9/2026).
Menurut Dino, integrasi data spasial tersebut memberikan bukti forensik digital yang sangat kuat bagi aparat penegak hukum maupun kementerian teknis. Lewat data faktual tersebut, pemerintah dapat segera mengambil tindakan pemadaman terarah sekaligus menuntut tanggung jawab hukum tanpa memberi ruang bagi perusahaan terkait untuk mengelak.
"Maka dengan demikian kita bisa tahu secara langsung sebaran titik-titik api ini ada di mana dan kita bisa memetakan aksi dan pertanggungjawaban dari perusahaan kelapa sawit karena bukti-buktinya juga sangat telak dan perusahaan yang terkait tidak bisa mengelak," lanjutnya.
Dino berharap perangkat sistem silang data (cross-check) antara titik api dan izin korporasi itu tetap terpelihara dan tidak terbengkalai. Ia mendorong Presiden beserta jajaran kementerian dan lembaga terkait agar memaksimalkan kembali penggunaan instrumen berteknologi tinggi tersebut guna mempercepat penuntasan karhutla yang masih kerap melanda sejumlah daerah di Indonesia.
"Saya berasumsi teknologi cross-check titik api dan izin perusahaan ini masih ada di Istana Negara dan mudah-mudahan tidak terbengkalai. Saya berharap teknologi ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dipergunakan oleh presiden dan semua menteri serta lembaga yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan," tutup Dino.
[RWT]
Related Posts
- Usut 47 Kasus Karhutla di Kaltim, Polisi Tetapkan 16 Orang Jadi Tersangka
- Karhutla Meluas hingga Dekati Runway Bandara APT Pranoto Samarinda, BPBD Terjunkan Satgas Darat dan Water Bombing
- BMKG Rilis 17 Provinsi Alami Kekeringan Ekstrem Panjang, Dominasi Kemarau Tembus 80,7 Persen ZOM
- Gandeng Serdik Sespim Polri 67 Padamkan Karhutla di Merasa, Wabup Gamalis Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor
- Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak








