Daerah

Belum Bisa Dinikmati, Kabel Lampu Taman Balai Kota Samarinda Hilang Digasak Maling

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 07 Maret 2026 20:14
Belum Bisa Dinikmati, Kabel Lampu Taman Balai Kota Samarinda Hilang Digasak Maling
Kondisi Taman Balai Kota Samarinda yang masih belum bisa dibuka akibat adanya insiden pencurian kabel. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pembangunan taman dan aula pertemuan di kawasan Balai Kota Samarinda telah mencapai tahap rampung secara fisik, namun fasilitas publik yang kini tampak megah tersebut masih belum dapat diakses oleh masyarakat umum. 

Kendala utama yang menghambat pembukaan area ini adalah adanya masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan serta insiden pencurian kabel yang merusak sistem penerangan di area taman. 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Taman Balai Kota, Hendra Irawan, menegaskan bahwa meski bangunan sudah berdiri kokoh, pengawasan ketat masih dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi optimal sebelum diserahkan sepenuhnya.

Hendra menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan koordinasi dengan pihak Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda terkait manajemen area tersebut. 

“Kami sudah menyerahkan fasilitas ini kepada pihak Sekretariat Daerah untuk pengelolaan dan pembersihan sesuai jadwal. Kami dari sisi pekerjaan hanya membangun dan menyerahkan fisiknya,” ungkap Hendra. 

Namun, operasional fasilitas terganggu oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab yang nekat mencuri sejumlah kabel lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan taman.

Aksi vandalisme ini berdampak langsung pada estetika dan keamanan kawasan pada malam hari, mengingat lampu taman seharusnya menyala secara otomatis sejak sebelum magrib hingga pagi hari. Hendra mendapati adanya kerusakan fisik pada jaringan listrik yang mengindikasikan tindakan tersebut dilakukan secara sengaja. 

“Ada kabel yang dicuri. Indikasinya kabel itu dipotong, sehingga lampu di bagian ujung tidak menyala,” jelasnya.

Saat ini, pihak kontraktor pelaksana tengah berupaya melakukan perbaikan dengan mengganti seluruh kabel yang hilang agar sistem penerangan kembali normal.

Selama proses perbaikan dan masa pemeliharaan berlangsung, akses masuk ke area taman terpaksa ditutup rapat guna menghindari risiko keamanan dan mencegah kerusakan fasilitas lebih lanjut. 

“Makanya sementara ini kita tutup dulu supaya tidak ada orang yang masuk sebelum semuanya selesai diperbaiki,” imbuh Hendra.

Selain pembenahan taman, pemerintah daerah juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa area parkir yang lebih teratur. 

Fasilitas parkir ini mencakup area basement yang dikhususkan bagi 115 unit kendaraan roda dua, serta area terbuka di sisi gedung Balai Kota dan depan kantor Diskominfo yang mampu menampung sekitar 89 unit kendaraan roda empat. 

Ke depannya, kawasan ini dirancang semakin terintegrasi dengan rencana pembukaan akses jalan baru yang menghubungkan Balai Kota langsung menuju Jalan Dahlia sesuai dengan masterplan pengembangan kota. 

[NKH]



Berita Lainnya