Daerah
Disdag Pastikan Eskalator Pasar Pagi Sudah Normal, Ingatkan Pedagang Tak Angkut Barang Berat
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kondisi fasilitas di gedung baru Pasar Pagi Samarinda tengah menjadi sorotan tajam publik setelah sejumlah unggahan video dan foto yang memperlihatkan eskalator dalam keadaan mati viral di berbagai platform media sosial.
Keluhan warganet ini memicu tanda tanya besar mengingat bangunan tersebut merupakan fasilitas yang belum lama rampung, namun sudah dihadapkan pada kendala teknis yang menghambat mobilitas pengunjung.
Berdasarkan kesaksian para pedagang di lapangan, persoalan eskalator ini bukan sekadar rumor di jagat maya. Abi, seorang penyedia jasa servis perhiasan yang telah berjualan di Pasar Pagi sejak tahun 2000, mengonfirmasi bahwa gangguan fungsi eskalator sudah terjadi setidaknya selama satu pekan terakhir.
Menurutnya, kerusakan tersebut tidak terjadi secara total di seluruh titik, melainkan menunjukkan pola yang tidak beraturan di jam-jam tertentu, terutama saat siang hari.
"Tidak semua mati, cuma yang tangga eskalator yang naik di sebelah sini jalan, tapi tangga turunnya mati. Yang di sebelah sana justru kebalikannya," ungkap Abi.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini sering kali berubah-ubah, di mana eskalator di lantai tertentu bisa berfungsi normal sementara di lantai lainnya berhenti beroperasi.
Mirisnya, Abi mengaku tidak pernah mendapatkan pemberitahuan resmi atau sosialisasi dari pihak pengelola terkait penyebab gangguan tersebut, baik itu masalah daya listrik maupun kendala teknis lainnya.
Ketidakpastian ini sempat menimbulkan spekulasi di kalangan pedagang, terutama saat fasilitas tersebut tiba-tiba kembali berfungsi normal tepat setelah masalahnya ramai dibahas di media sosial.
"Tiba-tiba saja jalan lagi hari ini. Kita kurang mengerti juga, entah karena sudah viral atau memang sudah diperbaiki," tambah Abi.
Selain masalah eskalator, ia juga menyoroti kebijakan jam operasional yang dinilai terlalu kaku, di mana pengunjung sudah diminta meninggalkan pasar sejak pukul 17.00 WITA menggunakan pengeras suara. Bagi pedagang jasa seperti dirinya yang memerlukan waktu pengerjaan lebih lama, pembatasan ini dirasa cukup memberatkan aktivitas jual beli.
Menanggapi gejolak tersebut, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani, memberikan klarifikasi bahwa matinya eskalator bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi atau kerusakan permanen.
Berdasarkan hasil evaluasi, kendala tersebut dipicu oleh penggunaan fasilitas yang tidak sesuai peruntukannya selama masa transisi pemindahan pedagang. Ia mengungkapkan adanya dugaan penggunaan eskalator untuk mengangkut barang dagangan berat, termasuk material besi, yang seharusnya dialokasikan melalui lift barang.
"Kami berharap semua pihak bisa sama-sama menjaga fasilitas. Eskalator itu untuk pejalan kaki, bukan untuk barang," tegas Nurrahmani. Ia memastikan bahwa perbaikan telah dilakukan dengan cepat sebagai bentuk respons atas keluhan yang ada, sehingga saat ini seluruh eskalator telah berfungsi kembali secara normal.
Disdag juga telah berkoordinasi dengan pengelola pasar untuk memperketat pengawasan agar penggunaan fasilitas pendukung di gedung baru tersebut lebih tertib dan sesuai fungsinya demi kenyamanan bersama.
[RWT]
Related Posts
- Penjaringan Calon Rektor Universitas Muhammadiyah Berau Berjalan, Panitia: Wajib Mengacu Regulasi PP Muhammadiyah
- Hari Kedua Pencarian Pemuda Terseret Arus di Sungai Melenyu Kutai Timur Masih Nihil
- Jumlah Desa Belum Berlistrik di Kaltim Turun, Dinas ESDM Fokus Sasar Wilayah Terisolasi
- Beasiswa Gratispol Kaltim Tahap 3 Cair Rp288 Miliar, Gubernur Ingatkan Kampus Kembalikan UKT Mahasiswa
- Kick Off Pemilihan Rektor Unmul 2026-2030, Panitia Ungkap Lima Bakal Calon Terpilih









