Advertorial

Fokus pada Pesan, Green Zetizen Training Ajarkan Anak Muda Teknik Kampanye Energi Digital yang Efektif

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 08 April 2026 09:47
Fokus pada Pesan, Green Zetizen Training Ajarkan Anak Muda Teknik Kampanye Energi Digital yang Efektif
Agenda Green Zetizen Training yang dihadiri oleh puluhan siswa dari berbagai sekolah di Samarinda. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Pencapaian target transisi energi nasional pada tahun 2060 merupakan sebuah keniscayaan yang sangat mungkin diwujudkan melalui sinergi komitmen global dan nasional yang kuat.

Meskipun demikian, implementasi kebijakan ini di Kalimantan Timur memiliki tantangan yang cukup besar mengingat ketergantungan wilayah ini terhadap sektor pertambangan batu bara masih sangat tinggi. 

Narasi mengenai masa depan energi bersih ini menjadi pembahasan utama dalam agenda Green Zetizen Training yang diinisiasi oleh Yayasan Mitra Hijau bekerja sama dengan Green Zetizen. Kegiatan yang digelar di Icon Hotel Samarinda pada Selasa (7/4/2026) ini mengangkat tema Membuat Kampanye Digital Transisi Energi Berkeadilan di Kalimantan Timur. 

Pelatihan tersebut melibatkan 30 pelajar dari berbagai jenjang SMA, SMK, dan MA di Kota Samarinda untuk memahami secara mendalam urgensi peralihan sumber daya energi, sekaligus mendorong mereka berperan aktif dalam menyuarakan isu transisi energi melalui kampanye digital.

Strategi yang diterapkan adalah dengan mengurangi operasional tambang secara perlahan agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi daerah maupun kelangsungan hidup para pekerja. 

“Sangat realistis, apalagi kita juga didukung oleh komitmen global dan nasional untuk kecepatan transisi ini. Memang pelaksanaannya sedikit menantang, apalagi Kaltim ini sangat bergantung pada batubara,” ujar Maria.

Menurutnya, inti dari transisi yang berkeadilan adalah memastikan kesiapan masyarakat menghadapi perubahan lapangan kerja dengan memberikan pelatihan keterampilan baru agar mereka bisa beralih ke sektor hijau tanpa kehilangan mata pencaharian.

Kegiatan praktik merancang ide dan visualisasi kampanye digital yang efektif oleh sejumlah siswa di Green Zetizen Training. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Pendampingan terhadap kelompok rentan menjadi poin krusial dalam program edukasi ini agar tidak ada pihak yang tertinggal dalam arus perubahan industri. Maria menambahkan bahwa sebelum memberikan keterampilan teknis, pemberian pengetahuan dasar mengenai esensi transisi energi harus dilakukan secara komprehensif kepada masyarakat.

“Jadi dalam proses transisi ini, selain memastikan transisi energi, yang dipastikan lainnya adalah masyarakatnya. Mereka tetap bisa dapat pekerjaan yang layak dan hijau,” tutur Maria. 

Fokus pada pemberdayaan manusia ini sejalan dengan rangkaian praktik dalam pelatihan, di mana para peserta diajak berdiskusi interaktif dan merumuskan ide kampanye digital untuk menyebarluaskan pesan positif mengenai energi terbarukan.

Dari sisi penguatan literasi, Dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Zainal Arifin, mengingatkan bahwa penguasaan aspek teknis merupakan modal utama bagi generasi muda dalam mengawal isu energi. 

Ia menilai bahwa narasi yang beredar di ruang digital harus memiliki landasan ilmiah yang kuat agar mampu mempengaruhi opini publik secara positif dan kredibel. 

“Keterlibatan anak muda dalam memahami aspek teknis transisi energi ini sangat penting agar narasi yang dibangun di media sosial memiliki dasar ilmiah yang kuat,” kata Zainal. 

Hal ini bertujuan agar para pelajar tidak hanya sekadar menjadi penyebar informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memahami substansi masalah yang mereka suarakan.

Gagasan mengenai energi bersih tersebut kemudian diwujudkan melalui teknik komunikasi visual yang efektif agar lebih mudah diterima oleh masyarakat luas.

Desainer Grafis Profesional, Taurino Razaqi Suryana, menekankan bahwa mindset seorang desainer bukan hanya sekadar mempercantik tampilan atau menjadi dekorator estetika, melainkan bertindak sebagai komunikator yang andal. 

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah kampanye digital sangat ditentukan oleh kejelasan pesan yang ingin disampaikan kepada audiens

“Sebenarnya desain itu bukan hanya sekedar membuat sesuatu terlihat bagus, tapi desain itu bagaimana seorang desainer bisa menyampaikan pesan atau komunikasi yang disampaikan dalam desain itu dengan jelas,” papar Rino, sapaan akrabnya.

Dalam sesi praktik pelatihan tersebut, para peserta diajak untuk memahami profil audiens mereka agar pesan transisi energi bisa dikemas sesuai dengan karakteristik target, baik itu generasi Z maupun kelompok usia lainnya. 

Rino juga mengingatkan agar desainer pemula tidak terjebak dalam pembuatan visual yang terlalu rumit atau penuh dengan elemen yang tidak perlu, karena kesederhanaan justru membuat pesan lebih kuat dan fokus. Pentingnya konsistensi dalam penggunaan elemen visual seperti warna dan font juga ditekankan untuk membangun identitas kampanye yang mudah dikenali.

“Desain yang bagus itu bukan hanya yang kita suka, tapi yang mudah dipahami oleh audiens. Kalau desain cantik secara estetika tapi komunikasinya ambigu, itu percuma juga,” kunci Rino. 

[RWT | ADV]



Berita Lainnya