Advertorial
Inakaz Siap Hadirkan Ojol Lokal, Pemprov Kaltim Sambut Positif
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memberikan apresiasi kepada perusahaan yang siap mengembangkan aplikasi ojek online (ojol) lokal sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu yang menunjukkan komitmen adalah PT Inakaz Citra Niaga Internasional. Perusahaan ini menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemprov Kaltim melalui pengembangan layanan transportasi daring berbasis aplikasi lokal.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyambut langsung kehadiran Komisaris PT Inakaz Citra Niaga Internasional, Jonathan dan Pramono, dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (6/8/2025).
“Inakaz menawarkan program kerja sama yang potensial. Pemprov Kaltim terbuka, namun akan kami kaji terlebih dahulu bersama instansi terkait. Yang pasti, kami mendukung inisiatif yang bisa memperkuat PAD dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Seno Aji.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan pengkajian kerja sama dengan BUMD atau entitas lokal lainnya untuk pengelolaan aplikasi ojol tersebut.
“Harapannya, jika kerja sama ini terwujud, perusahaan benar-benar dapat memberikan layanan transportasi online yang berkualitas dan berdampak positif bagi daerah,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah, serta perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.
[RWT | ADV DISKOMINFO KALTIM]
Related Posts
- Rupiah Tembus Rp 18.000 Per Dolar AS, Mensesneg Sebut Pemerintah Terus Pantau dan Koordinasi Intensif
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen









