Nusantara

Otorita IKN Sediakan Hunian Pekerja Konstruksi yang Aman dan Responsif Gender

Kaltim Today
31 Juli 2026 17:32
Otorita IKN Sediakan Hunian Pekerja Konstruksi yang Aman dan Responsif Gender
Hunian Pekerja konstruksi IKN yang dikhususkan untuk wanita. Hunian dilengkapi fasilitas keamanan lengkap. (Dok Otorita IKN)

NUSANTARA, Kaltimtoday.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan ketersediaan hunian pekerja yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh tenaga kerja. Pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di kawasan tersebut kini menerapkan berbagai kebijakan yang responsif gender, khususnya bagi pekerja perempuan.

HPK merupakan fasilitas tempat tinggal bagi para pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, kebersihan, hingga tenaga pendukung. Seluruh kawasan disokong sistem building management untuk memastikan pengelolaan fasilitas dan keamanan berjalan profesional.

Kawasan HPK dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid, dan taman. Saat ini, kawasan tersebut dihuni oleh 3.586 laki-laki (83,4 persen) dan 716 perempuan (16,6 persen).

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan OIKN, Cakra Nagara, menyampaikan bahwa pendekatan responsif gender dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung produktivitas.

"Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal," kata Cakra pada Kamis (23/7/2026).

Guna mendukung kebijakan tersebut, OIKN menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang ada di HPK. Seluruh tower khusus ini berada di kawasan HPK 2 untuk menjaga privasi serta meningkatkan rasa aman para pekerja perempuan.

Sistem keamanan di area khusus ini disiagakan dengan menempatkan petugas keamanan perempuan. Penempatan petugas housekeeping juga disesuaikan berdasarkan gender, disempurnakan dengan pemasangan CCTV di area publik serta penerapan tata tertib penghuni.

Petugas Keamanan Perempuan HPK 2, Nirwana, menegaskan bahwa aturan ketat diberlakukan demi menjaga kenyamanan. Laki-laki dilarang memasuki tower perempuan tanpa pengawalan dari petugas keamanan.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki itu tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh security. Peraturan itu dibuat agar penghuni nyaman, tertib, dan aman,” kata Nirwana.

Manfaat kebijakan ini dirasakan langsung oleh penghuni HPK, salah satunya Sri yang telah menetap selama satu tahun. Sri mengaku langsung ditempatkan di area khusus perempuan sejak pertama kali tiba di IKN.

"Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki," tutur Sri.

Sri menambahkan, dirinya tidak pernah mengalami gangguan selama beraktivitas di lingkungan hunian. Keberadaan petugas keamanan dan pengawasan CCTV dinilainya sangat membantu menjaga kondusivitas area.

"Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV," ujar Sri.

Bagi Sri, rasa aman merupakan kebutuhan dasar agar para pekerja dapat beristirahat dengan tenang sebelum kembali bekerja.

Melalui pengelolaan HPK yang responsif gender ini, OIKN berkomitmen menghadirkan infrastruktur modern yang beriringan dengan pembangunan lingkungan kerja aman, inklusif, serta mendukung kesejahteraan seluruh pekerja.



Berita Lainnya