PEMKAB BERAU
Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026, Wabup Berau Ajak Pemuda Hidupkan Nilai Pancasila
Kaltimtoday.co, Berau - Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak sekadar menghafal Pancasila melainkan menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 di Panggung Rakyat kawasan Tepian Segah, Tanjung Redeb, Minggu (28/6/2026) pagi.
Gamalis menyampaikan bahwa pagelaran seni budaya Nusantara ini merupakan wujud kegembiraan masyarakat dalam merayakan lahirnya Pancasila. Momentum ini sekaligus menjadi sarana untuk meneladani nilai-nilai luhur dasar negara tersebut.
“Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Saya kira tidak hanya cukup dihafalkan semata, tetapi harus terus kita hidupkan dalam perilaku di kehidupan kita sehari-hari,” ujar Gamalis.
Melalui momentum ini, Gamalis berharap dapat tercipta kebersamaan yang kuat, tali silaturahmi yang erat, serta iklim yang penuh toleransi di Bumi Batiwakkal.
Ia memandang Kabupaten Berau saat ini tidak lagi hanya dihuni oleh tiga suku asli, yaitu Banua, Bajau, dan Dayak tetapi sudah menjadi rumah bagi banyak warga perantauan. Kondisi tersebut menciptakan keberagaman suku, adat, budaya, hingga agama.
Gamalis meminta agar keberagaman yang ada dijadikan sebagai modal sosial untuk menciptakan semangat kerukunan bersama, terutama dalam menyukseskan seluruh agenda pembangunan di daerah.
“Ajang-ajang seperti ini perlu kita laksanakan, namun tentu jangan hanya selalu sebagai sebuah pagelaran baju adat semata, melainkan jadikan ini sebuah refleksi untuk kita saling belajar, mendukung dan berkontribusi terbaik untuk daerah,” pesannya.
Agenda bertajuk Pagelaran Budaya Pancasila Day 2026 ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81. Acara ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Berau bersama Forum Pembauran Kebangsaan.
Jalannya acara turut mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk dari dua kesultanan di Berau, yakni Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung. Adapun tema yang diusung dalam acara ini adalah “Bersatu dalam Keberagaman, Melestarikan Budaya, Mengokohkan Pancasila di Bumi Batiwakkal”.
Sesuai dengan makna Bhinneka Tunggal Ika, penyelenggara ingin menunjukkan bahwa berbagai suku, ras, dan agama yang ada di Berau bisa tetap hidup rukun berdampingan melalui semangat gotong royong.
“Kami ingin persaudaraan, persatuan antar suku, etnis dan ras yang ada di Kabupaten Berau bersatu dalam satu bingkai pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika itu sendiri,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Kaanis Kodifasius Apung.
Pihak penyelenggara pun berharap agenda serasi ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di masa mendatang dengan konsep yang jauh lebih meriah.
[MGN | ADV PEMKAB BERAU]
Related Posts
- Defisit APBD Kaltim Diperkirakan Rp2 Triliun, DPRD Pastikan Program Pembangunan Tetap Berjalan
- Kasus Berulang Kapal LOB Kandas di Maratua, Pemkab Berau Desak Agen Travel Pakai Pemandu Lokal
- Sensus Ekonomi 2026, Wabup Berau Sebut jadi Acuan Pembangunan Daerah di Bidang Usaha
- Motor Terparkir Tiga Hari di Kebun Loa Lepu, Warga Temukan Jasad Pria Tergantung
- Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, PT Berau Coal Tanam Ribuan Bibit Pohon Serentak









