PEMKAB BERAU

Kasus Berulang Kapal LOB Kandas di Maratua, Pemkab Berau Desak Agen Travel Pakai Pemandu Lokal

Kaltim Today
24 Juni 2026 07:18
Kasus Berulang Kapal LOB Kandas di Maratua, Pemkab Berau Desak Agen Travel Pakai Pemandu Lokal
Potret dari udara, kapal LOB yang karang dikawasan spot Channel, Maratua. (Istimewa)

Kaltimtoday.co, Berau - Kapal wisata jenis Live on Board (LOB) bernama SeiSea kandas di perairan Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (19/6/2026).

Kapal tersebut kandas di titik Channel, salah satu spot penyelaman unggulan di Pulau Maratua yang dikenal sebagai lokasi melihat gerombolan (schooling) ikan barakuda.

Akibat insiden tersebut, terumbu karang di lokasi kejadian mengalami kerusakan yang cukup parah dan berpotensi mengancam keberadaan spot penyelaman barakuda yang selama ini menjadi daya tarik wisata andalan Pulau Maratua.

Wakil Bupati, Gamalis ketika diwawancarai, Selasa (23/6/2026) menyampaikan, jika kejadian ini merupakan kasus kesekian kalinya. Ia menyebut, bahwa insiden ini tentunya menjadi pelajaran bagi seluruh penyedia jasa tur wisata laut yang hendak memasuki wilayah Berau.

“Karena kasusnya berulang, kami berharap ke depan para agen maupun pemilik kapal dapat lebih tertib dan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan atau masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia meminta agar semua para agen travel bisa melakukan koordinasi terlebih dulu dengan pihak yang ada di daerah. Baik dari instansi terkait maupun pemandu lokal.

Sebab bagi Gamalis, apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka dampaknya cukup merugikan bagi pariwisata di Bumi Batiwakkal. Pasalnya, akibat yang ditimbulkan selain kerusakan terumbu karang juga konflik antar biota yang laut yang ada di sekitar.

Hal itu menjadi perhatiannya, karena menjurutnya, kekuatan utama sektor pariwisata Maratua terletak pada keindahan bawah lautnya.

Keberadaan terumbu karang yang masih terjaga menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya para penyelam yang datang untuk menikmati keanekaragaman hayati laut di kawasan Segitiga Karang dunia tersebut.

“Kalau mereka datang tanpa pandu dan tanpa berkomunikasi dengan masyarakat setempat, risikonya sangat besar. Bisa saja kapal merusak terumbu karang, mengganggu habitat penyu, hingga merusak ekosistem laut yang selama ini menjadi kekayaan Maratua,” pungkasnya.

[MGN | ADV PEMKAB BERAU] 



Berita Lainnya