Daerah
Pelaku UMKM yang Punya Potensi Ekspor Perlu Didorong untuk Ikuti Banyak Pelatihan
Kaltimtoday.co, Samarinda - Pelaku UMKM, terutama yang produknya memiliki potensi ekspor perlu mengikuti banyak pelatihan.
Ketua DPD Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Kaltim, M Hamzah mengatakan, harus ada pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan calon pengusaha ekspor dari UMKM. Bahkan akan lebih baik jika pelaku usaha ikut dilibatkan dalam pelatihan tersebut.
"Komunikasi dengan pelaku usaha ini penting agar semuanya bisa sama-sama tahu terkait sektor apa yang diperlukan," jelas Hamzah.
Ada alasan mengapa keterlibatan pelaku usaha dinilai penting dalam suatu pelatihan. Selain bisa memberikan edukasi, pelaku usaha juga bisa membagikan pengalamannya di dunia ekspor. Sehingga wawasan pelaku usaha yang tengah menuju ekspor bisa semakin bertambah.
Pelatihan atau diklat untuk pelaku usaha memang sudah ada yang terlaksana. Namun, dia menilai harus ada program lanjutan yang spesifik. Walhasil, akan terbentuk mental wirausaha yang siap bersaing dengan pengusaha lainnya.
"Setelah diklat itu kan mesti ada program lanjutannya. Sehingga bisa menciptakan jiwa wirausaha. Mentalnya terbentuk," sambung Hamzah.
Diketahui, per Juli 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat nilai ekspor Kaltim berada di angka USD 1,76 miliar. Angka itu menunjukkan penurunan sampai 9,85 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada Juni 2023.
Jika dibandingkan dengan periode Juli 2023, terjadi penurunan sebesar 51,09 persen. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi dinamika perdagangan internasional di Kaltim. Salah satunya soal kenaikan harga batu bara yang terjadi pada akhir Juli 2023.
"Kenaikan ini sejalan dengan tingginya permintaan dari Tiongkok, yang baru-baru ini mengakhiri larangan impor batu bara dari Australia," tandasnya.
[RWT]
Related Posts
- Kejagung Ungkap Sudah Lama Pelajari Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis di BGN
- Bambang Soepriyadi Kembalikan Berkas Pencalonan Ketua Demokrat Kaltim, Didukung 10 DPC
- 35 Tahun Belum Tuntas, BPKAD Kaltim Siapkan Materi Teknis ke Kemendagri Cari Solusi Status Lahan Korpri Loa Bakung
- Dinkes Kaltim Ungkap Estimasi 21 Ribu Kasus TBC Tahun 2026, Baru Bisa Jangkau 60 Persen
- Pimpinan Badan Gizi Dicopot, JPPI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Total Program Makan Gratis









