Daerah

Pemkot Samarinda Masih Belum Kantongi Rincian Biaya Perbaikan Tempias Hujan Pasar Pagi

Nindiani Kharimah — Kaltim Today 06 Maret 2026 17:50
Pemkot Samarinda Masih Belum Kantongi Rincian Biaya Perbaikan Tempias Hujan Pasar Pagi
Kondisi lapak di salah satu lantai Pasar Pagi Samarinda yang kerap terdampak tempias hujan. (Nindi/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Persoalan rembesan air hujan atau tempias di Gedung Pasar Pagi Samarinda hingga kini belum menemui penyelesaian konkret meski keluhan pedagang terus mencuat. 

Sejak proses serah terima bangunan dilakukan pada awal November 2025 lalu, proyek ini justru menunjukkan kelemahan teknis saat dihantam cuaca ekstrem pada awal tahun 2026. Padahal, gedung ini baru saja mulai ditempati kembali oleh para pedagang yang berangsur direlokasi sejak akhir Desember 2025.

Keresahan pedagang memuncak setelah terjadi dua kali insiden tempias besar pada Januari 2026 yang mengakibatkan air hujan masuk hingga ke area dalam gedung. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius bahwa aktivitas jual beli akan terus terganggu jika hujan deras kembali melanda Kota Tepian.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Pasar Pagi Samarinda, Hendra Irawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) serta instansi terkait untuk merumuskan solusi penanganan. 

“Untuk yang tempias itu sudah kita diskusikan dengan Dinas Perdagangan, juga kita koordinasikan ke dinas-dinas terkait,” ujar Hendra dalam keterangannya.

Salah satu langkah teknis yang tengah disiapkan adalah pembuatan model uji coba atau mock-up berupa sistem penutup geser. Konsep ini dirancang agar fleksibel dan dapat dikelola secara mandiri oleh pedagang sesuai dengan kondisi cuaca di lapangan.

“Jadi kemungkinan ini akan berupa sliding yang bisa difungsikan buka-tutup. Apabila ada curah hujan yang menimbulkan intensitas tempias cukup besar, itu bisa ditutup,” jelasnya lebih lanjut.

Namun, meski solusi telah dipetakan, realisasi pengerjaan secara menyeluruh masih terganjal ketidakpastian anggaran. Hingga saat ini, Pemkot Samarinda belum menghitung secara rinci kebutuhan biaya maupun cakupan lantai yang akan dipasang fasilitas sliding tersebut. 

“Belum, belum kami simpulkan sampai ke situ. Baru mock-up-nya saja,” aku Hendra saat dikonfirmasi awak media. Ia juga menegaskan bahwa fokus saat ini masih pada tahap uji coba desain sebelum diputuskan penerapannya secara permanen.

Saat ini, status bangunan Pasar Pagi sebenarnya masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan sejak serah terima awal November lalu. Hendra pun meminta para pedagang untuk tetap bersabar selama proses perencanaan teknis dan pembahasan anggaran dengan Dinas Perdagangan berlangsung. 

“Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan, yang pasti prioritasnya adalah lantai-lantai yang kemarin terdampak tempias,” pungkasnya. 

[RWT]



Berita Lainnya